detikhukum.id,- Bandung | Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti kurangnya tenaga ahli di bidang teknik di Jawa Barat. Pasalnya, kekurangan tenaga ahli di bidang teknik (engineer) ini berdampak pada perkembangan industri di Jawa Barat yang semakin pesat. Namun, tenaga kerja lokal sering tidak terserap optimal.
Hal itu disampaikan oleh Kang Dedi Mulyadi dalam kegiatan dialog bersama pimpinan Persis Jawa Barat. “Jawa Barat ini kekurangan engineer. Lebih banyak ahli sosial daripada ahli teknik seperti listrik, energi, atau bangunan,” kata Kang Dedi Mulyadi, pada Senin, 9 September 2024.
Kang Dedi menyebutkan, pihaknya akan merekrut anak-anak muda yang berbakat dalam bidang matematika, fisika, dan kimia, terutama dari sekolah-sekolah Islam di Jawa Barat untuk dididik menjadi engineer yang handal.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu menilai, potensi besar di kalangan siswa-siswi sekolah Islam untuk berkembang di bidang teknik dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Menurutnya, masalah utama dalam rekrutmen tenaga kerja di Jawa Barat adalah, banyaknya manajer dan tenaga ahli yang berasal dari luar daerah. “Rekrutmen sering dilakukan dari luar, sehingga warga lokal kalah bersaing,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Kang Dedi ingin memberikan perhatian khusus pada pengembangan pendidikan yang dapat menghasilkan tenaga ahli di bidang teknik dari kalangan lokal.
Dengan program pendidikan yang terarah, Kang Dedi berharap, Jawa Barat dapat mencetak lebih banyak engineer yang siap bersaing di dunia industri.
“Ke depan, kita butuh lebih banyak tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di sektor industri,” harapnya.
DH/Raffa Christ Manalu/red






