detikhukum, id. |Kab, Tapanuli-Tengah.
Pada 30 Oktober 2025 Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tapanuli Tengah – Sibolga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah, menolak salah satu calon Sekretaris Daerah (Sekda) yang diduga terlibat dalam skandal video porno.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan “Tapanuli Tengah Butuh Pemimpin Bermoral” dan “Tolak Pejabat Amoral di Lingkungan Pemerintahan”.
Ketua GMKI Cabang Tapanuli Tengah, (Sekira Zendrato), menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk keprihatinan atas proses seleksi pejabat daerah yang dinilai tidak memperhatikan integritas moral.
“Kami menolak keras jika pejabat dengan rekam jejak buruk dan diduga terlibat dalam skandal video asusila diangkat menjadi Sekda. Tapanuli Tengah membutuhkan figur yang bersih, berintegritas, dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar (Sekira Zendrato) dalam orasinya.
Mahasiswa juga mendesak Bupati Tapanuli Tengah dan Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk bersikap transparan dan tegas menolak calon yang memiliki catatan moral buruk.
“Jika pemerintah daerah tetap meloloskan calon seperti itu, kami akan melanjutkan aksi dengan skala yang lebih besar dan membawa persoalan ini ke ranah hukum maupun etika ASN,” tambahnya.
Selain menolak calon bermasalah, GMKI juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Komisi ASN untuk menelusuri kebenaran dugaan tersebut serta menegakkan aturan disiplin aparatur negara.
Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal proses seleksi hingga pemerintah benar-benar memastikan bahwa pejabat yang terpilih bebas dari skandal dan memiliki moral yang baik.
Dh / Muhammad Riski Pane / red
GMKI Tapteng Gelar Aksi Tolak Calon Sekda Diduga Terlibat Skandal Vidio Asusila.






