Satbinmas Polres Indramayu Gelar Potong Rambut Gratis Bagi Siswa SDN 1 dan 2 Paoman

detikhukum.id, || Indramayu,-
Jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Indramayu, Polda Jabar Mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 2 Paoman Jalan Raya Paoman Utara, Kelurahan Paoman, kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.Kedatangan petugas Kepolisian ini bukan untuk mencari penjahat atau buronan, melainkan untuk merazia rambut para murid disana. Kamis (15/01/2026)

Para petugas tampak berkeliling kesejumlah kelas di dua sekolah tersebut untuk bisa menjaring murid laki-laki yang rambutnya dinilai panjang dan tidak rapih.
Saat petugas mendapatkan incaran para murid berambut gondrong, mereka kemudian dikumpulkan di ruangan khusus.

Di ruagan khusus itu sudah menanti seorang juru potong rambut yang di bawa khusus petugas.
Pria tukang cukur berbaju merah yang mengenakan apron plastik dan masker tampak cekatan memangkas rambut murid-murid yang terjaring razia mengunakan gunting, clipper, serta lainya.

Namun, raut wajah murid-murid yang terjaring razia itu justru terlihat bahagia, karena model cukurannya sesuai keinginan mereka meski tetap mengutamakan kerapian.
Rupanya pria yang memangkas rambut mereka merupakan kapster (penata rambut) profesional yang sengaja dilibatkan Satbinmas Polres Indramayu untuk merapihkan rambut murid-murid SDN 1 dan 2 Paoman.

Kapster adalah sebutan untuk penata rambut profesional di salon atau barbershop yang bertugas memotong rambut pelanggan , baik pria maupun wanita, agar terlihat lebih rapi dan sesuai dengan gaya serta kepribadian pelanggan.

“Alhamdulillah, murid-murid senang setelah rambutnya di cukur, karena kami juga menyediakan kapster profesional, sehingga hasilnya bagus,” kata KBO Satbinmas Polres Indramayu Iptu Tasim.

Tasim mengatakan kegiatan ini sejatinya Program cukur rambut gratis yang rutin dilaksanakan Satbinmas Polres Indramayu, dan menjadi bagian dari pendekatan humanistik Polri kepada masyarakat.

Namun dalam kegiatan kali ini jajarannya sengaja menyasar murid-murid SDN yang rambutnya terlihat gondrong dan tidak rapih, sebagai pembinaan karakter anak sejak dini, sehingga terkesan seperti razia.

“Ibaratnya seperti jemput bola, kami mendatangi kelas kelas kemudian mengajak mereka untuk memangkas rambutnya agar lebih rapih, bahkan ada yang request model cukurannya juga,” ucap Iptu Tasim.

Iptu Tasim menyebut permintaan cukur rambut semacam ini di izinkan, namun tetap harus mengutamakan kerapian, sehingga sesuai tujuan pembinaan karakter bagi anak-anak.

DH/Thoha/red

Pos terkait