detikhukum.id, || Jakarta II
Sabtu. 7 / 2 / 2026
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-18 pada Jumat (6/2/2026).
Momentum bersejarah ini dimaknai sebagai simbol kedewasaan politik bagi partai yang kini memegang mandat kepemimpinan Nasional.
Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Irjen Pol (Purn) Herry Dahana, menyampaikan ucapan selamat sekaligus refleksi mendalam atas perjalanan panjang partai yang didirikan oleh Prabowo Subianto tersebut.
“Menurutnya, usia 18 tahun menandai kematangan Gerindra dalam melewati berbagai ujian sejarah di tanah air”ujarnya
Dalam pernyataannya, Herry Dahana menekankan.
“Bahwa pencapaian Gerindra saat ini, termasuk keberhasilan mengantarkan ketua umumnya menjadi Presiden Republik Indonesia, bukanlah akhir dari sebuah perjuangan.
Ia mengingatkan bahwa kekuasaan merupakan amanah besar yang menuntut ketulusan untuk melayani.
Baginya, tantangan terbesar setelah berada di puncak kekuasaan bukan lagi meraih simpati massa, melainkan mempertahankan keberanian untuk tetap berpihak pada rakyat kecil serta mereka yang selama ini menunggu hadirnya keadilan
Sebagai tokoh yang aktif di LBH Gekira” Pungkasnya
Herry menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung kerja-kerja pendampingan hukum bagi masyarakat yang kurang berdaya.
Ia percaya bahwa kekuatan sejati Partai Gerindra terletak pada kepekaannya terhadap warga yang tidak memiliki akses dan suara dalam sistem Hukum maupun sosial.
Keberpihakan ini menurutnya harus menjadi denyut nadi utama partai agar tetap relevan dan dicintai oleh masyarakat luas di masa depan” Tegasnya
Menutup pesan hangatnya, purnawirawan jenderal polisi ini berharap agar HUT ke-18 menjadi momentum pengingat bagi seluruh kader untuk tidak terlena dengan tepuk tangan kemenangan.
“Ia mengajak keluarga besar Gerindra untuk terus memperkuat fondasi keadilan dan kemandirian bangsa dengan penuh tanggung jawab.
Baginya, makna sesungguhnya dari hari jadi ini adalah kembalinya niat tulus untuk menjadikan politik sebagai sarana pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi martabat seluruh rakyat Indonesia” tutupnya
Penutup.
DH/Melky/red






