detikhukum.id, || Indramayu,-
Direktur Radio El Shanda Hj.Sisca kartika.SE Hadiri Peringatan HPSN Tahun 2026, Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dijadwalkan pada 21 Februari 2026, dimajukan menjadi Sabtu, 14 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil agar momentum kepedulian lingkungan tetap terasa kuat menjelang bulan Suci Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Komunitas Indramayu Walker (KIW), Tim Radio El Shanda, serta dukungan penuh dari LPK Kaina Indonesia dan LPK Osin. Ratusan masyarakat Indramayu turut hadir dan ambil bagian dalam aksi nyata peduli lingkungan.
Acara diawali dengan kegiatan jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang rute yang telah ditentukan. Konsep “sehat sambil bersih” ini menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan olahraga dengan aksi sosial yang berdampak langsung bagi lingkungan.
Tak hanya itu, momen HPSN tahun ini juga diramaikan dengan launching produk sabun ramah lingkungan Eco Engine, hasil inovasi pengolahan yang mendukung gerakan pengurangan limbah. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan doorprize kepada peserta yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.
Penggerak Bank Sampah Rumah Hijau, Amalia, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah, nasabah Bank Sampah Rumah Hijau setiap bulan terus bertambah sedikit demi sedikit. Sekarang sudah hampir 60 nasabah. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” ujar Amalia.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Bank Sampah Rumah Hijau masih bekerja sama dengan bank sampah lain yang telah lebih dulu memproduksi bahan hasil pemilahan sampah menjadi produk bernilai guna.
“Peran kami saat ini membantu memilah, mengedukasi, dan mensosialisasikan kepada masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar hasil pemilahan bisa lebih maksimal dan memberi manfaat ekonomi,” Tambahnya.
Menurut Amalia, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah memang tidak bisa instan. Dibutuhkan proses, konsistensi, dan keterlibatan bersama.
“Harapannya semakin banyak warga yang rajin memilah sampah dari rumah. Tidak ada yang langsung jadi, tidak ada yang instan bersih. Semua butuh proses dan kerja sama,” Tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian yang terus tumbuh, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Indramayu tahun ini menjadi bukti bahwa gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak besar bagi lingkungan.
Menjelang Bulan Ramadhan, pesan yang dibawa pun semakin kuat: menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi gerakan bersama demi Indramayu REANG ( Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman dan Gotong Royong) yang lebih hijau dan berkelanjutan.
DH/Thoha/red






