Klarifikasi Postingan Medsos Antara Kuwu Dadap Dengan Warganya Berakhir Damai

detikhukum.id, || Indramayu, –
Klarifikasi Postingan dimedia Sosial (Medsos) Facebook (FB) Antara Kuwu Dadap Ali Faosal Dengan Wiranto warganya Berakhir Damai dan saling mengucapkan Permohonan maaf, yang diselenggarakan di Balai desa Dadap Blok Balai Desa, RT 001/RW 011, Desa Dadap, Kec. Juntinyuat, Kab. Indramayu, Jumat (06/03/2026).

Acara klarifikasi ini diinisiatif dari pemerintah desa (Pemdes) Dadap sendiri agar masalah cepat beres dan tidak melebar kemana-mana, dengan melayangkan Surat klarifikasi resmi dari Pemdes kepada Wiranto agar bisa diselesaikan dengan Musyawarah dan kekeluargaan.

Undangan Klarifikasi jam 10.00 WIB Tapi Wiranto warga desa dadap tersebut hadir ke kantor balai desa dadap sekitar pukul 13.17 Wib dan langsung bermusyawarah dengan kekeluargaan, setelah selesai bermusyawarah ke 2 belah pihak tersebut kuwu Dadap Ali Faosal dan Wiranto saling bersalam-salaman meminta maaf masing-masing dan sebagai Kepala desa yang Bertanggung jawab Ali Faosal memberikan Dana Santunan kepada Wiranto untuk berobat dan pijat karena dipostingan tersebut menyebutkan keluarga Wiranto jatuh terpeleset terkena tumpahan Lumpur kali (irigasi).

Dalam penyampaiannya dimedsos Facebook, Wiranto mengatakan bahwa ,” Sehubungan dengan Postingan saya sebelumnya mengenai kegiatan normalisasi kali (irigasi) di Desa Dadab, saya ingin menyampaikan beberapa poin klarifikasi.
Saya mohon maaf apabila unggahan saya menimbulkan kegaduhan atau menyinggung pihak pemerintahan desa dan pihak-pihak berkait.
Tidak ada niat sedikit pun untuk menghambat pembangunan desa. Kritik yang saya sampaikan murni di dasari rasa peduli terhadap keselamatan pengguna jalan karena saya dan keluarga saya juga kecelakaan karena adanya tumpahan lumpur yang membuat jalan licin dan membahayakan warga.
Ada pun kalau di video ada kata-kata.Saya yang kurang berkenan, saya mohon maaf kepada Pemdes Dadab Bersatu. Saya sangat mengapresiasi upaya normalisasi kali (irigasi) ini untuk kebaikan kita bersama.
Saya berharap kedepannya koordinasi antara pelaksana dan kenyamanan warga bisa berjalan lebih selaras.” Ungkapnya.

Sementara itu Kuwu Dadap Ali Faosal memberikan penjelasan kepada awak media bahwa, ” Kami bukan anti-kritik, justru kami terbuka terhadap setiap masukan yang membangun demi perbaikan dan pelayanan publik yang terbaik untuk masyarakat. Kami menghargai setiap suara Karena bagi kami, kritik adalah bahan bakar untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri serta berinstropeksi diri ,” Ujarnya.

DH/Thoha/red

Pos terkait