detikhukum.id,- Jakarta – Kabar duka menyelimuti lingkungan TNI Angkatan Darat setelah Brigjen TNI Franz Yohannes Purba dilaporkan meninggal dunia, meninggalkan jejak panjang pengabdian di dunia militer Indonesia.
Brigjen TNI Franz Yohannes Purba wafat pada Senin (23/3/2026) dan disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Lantai Dasar Ruang E dan F
Mayjend TNI Anggit Exton Yustiawan mengatakan bahwa Brigjen TNI Franz Yohannes Purba (Alm) merupakan seorang yang sangat lembut.
“Dikenang sebagai seorang yang siap tugas bahkan sebagai orang Batak yang baik hati (lembut) humble (rendah hati) kepada semua orang,” katanya dengan ramah ketika ditemui di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa, 24/3/2026.
Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan juga mengatakan bahwa tugas tidak pernah berhenti untuk tetap jaga kesehatan, siap (terus ) berbakti kepada negara bahkan pensiun juga masih bisa.
“Proses pengabdian jaga kesehatan (olah raga) agar siap mental dan fisik untuk tugas negara,” tuturnya.
Brigjen TNI Franz Yohannes Purba (Alm) merupakan sosok yang mempunyai jiwa militansi, tidak menolak tugas bahkan minta tugas.
“Dikenang merupakan sosok yang siap tugas bahkan sebagai orang Batak yang baik hati (lembut) humble kepada semua orang,” ujarnya.
Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan kepada keluarga yaitu dengan berpulangnya beliau sudah jadi takdir.
“Sudah takdir dan jalan Tuhan, percaya ada sesuatu yang lebih indah. Percaya kedepan Tuhan menyiapkan lebih baik,” pungkasnya mengakhiri sesi wawancara.
Lahir di Pekanbaru pada 12 Mei 1974, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai disiplin dan keteguhan sejak dini.
Ayahnya H. Andreas Purba dan ibunya Theodora M. menjadi sosok penting yang mendukung perjalanan hidupnya hingga mencapai posisi tinggi di institusi militer.
Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pekanbaru sebelum melanjutkan ke Akademi Militer dan lulus pada 1995 sebagai awal karier militernya.
Dalam perjalanan kariernya, ia mengikuti berbagai pendidikan militer seperti Sesarcabif, Dik PARA, Dik Raider, Dik Taipur, Diklapa I dan II, serta Seskoad pada 2010.
Dedikasi panjang dan kontribusinya menjadikan Brigjen TNI Franz Yohannes Purba sebagai salah satu sosok penting dalam dunia pendidikan militer Indonesia hingga akhir hayatnya
DH/ Gusdin /red






