detikhukum.id, || Indramayu,
Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yayasan untuk calon rektor Universitas Wiralodra pada Jum’at 27 Maret 2026 menimbulkan pertanyaan akademis terkait transparansi dan akuntabilitas proses.
Mekanisme penilaian UKK terdiri dari 60% penilaian berbasis AI, 15% dari Yayasan, dan 25% dari Senat Akademik. Namun, muncul pertanyaan tentang kapasitas teknis sistem AI dan bobot penilaian yang ditetapkan.

Penyajian hasil penilaian juga tidak transparan, hanya mengeluarkan angka-angka yang diinput secara manual melalui dokumen Microsoft Word. Praktik ini dianggap sebagai anomali yang tidak sesuai dengan standar prosedural akademis.
Gangguan System AI (Artificial Intelligence) pada sesi tanya jawab juga mempengaruhi kredibilitas proses, terutama pada saat calon rektor nomer urut 3, H. Zaedi, terjadi Gangguan teknis sampai dua kali, hingga menimbulkan kecurigaan bahwa kejadian ini di duga seolah-olah sudah di-setting
Pihak universitas Wiralodra diharapkan melakukan verifikasi dan validasi komprehensif untuk memastikan tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Masyarakat kampus berharap keputusan akhir menunjukkan perubahan signifikan dari hasil awal yang menimbulkan kontroversi.
Keputusan akhir akan diumumkan pada hari Sabtu, 28 Maret 2026. Masyarakat akademik dan pihak terkait memiliki harapan substansial bahwa keputusan akhir akan menunjukkan perubahan yang signifikan.
Universitas Wiralodra diharapkan dapat memastikan bahwa proses pemilihan rektor dilakukan dengan transparan, adil, dan akuntabel, sehingga individu yang terpilih memiliki kredibilitas dan kualitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Kualitas kontribusi dan kesiapan kandidat harus menjadi prioritas utama dalam proses pemilihan rektor. Hasil UKK harus dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipercaya oleh masyarakat kampus.
Salah satu pendukung dari kandidat calon Rektor menjelaskan kepada awak media bahwa ,” dalam UKK yayasan hari ini kaya ada kejanggalan dengan hasil penilaian secara AI karena kandidat yang saya dukung pada saat sesi tanya jawab ko mati sistem AI nya sebanyak 2 kali itu mempengaruhi nilai hasil AI nya, dan dalam nilai akhirnya tidak ditampilkan Rincian nilai setiap sesi nya hanya menampilkan nilai akhir saya,” Ujarnya.
Masyarakat kampus menantikan keputusan akhir yang adil dan transparan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas Universitas Wiralodra.
DH/Thoha/red






