Sebanyak 314.129 Warga Indramayu Penerima Bantuan Pangan Dari Bulog

detikhukum.id, || INDRAMAYU – Perum (Perusahaan Umum) Bulog (Badan Urusan Logistik) Cabang Indramayu, Jawa Barat, menegaskan komitmennya dalam membantu pemerintah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat melalui pemerintah desa setempat, Jumat (03/03/2026).

Penyaluran bantuan pangan ini masih menggunakan data penerima dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam program ini, Bulog berperan sebagai penyalur resmi yang ditunjuk pemerintah untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak.Untuk kegiatan bantuan pangan Bulog Cabang Indramayu, bersama pemerintah Kabupaten Indramayu, sudah melaksanakan launching kegitan yang hadiri oleh bupati Indramayu, Forkopimda di Desa KalensariPimpinan Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara transparan sesuai dengan data yang diterima dari Kemensos.

“Untuk data penerima bantuan pangan masih menggunakan data dari Kemensos. Namun apabila dalam pelaksanaannya terdapat nama yang sudah tidak ada, maka menjadi kewenangan pemerintah desa setempat untuk melakukan penggantian,” ujarnya.

Sebanyak 314.129 warga Kabupaten Indramayu tercatat sebagai penerima bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026.Menurut data dari Kemensos, khususnya di Kecamatan Kedokan Bunder, jumlah penerima bantuan mencapai 8.260 keluarga penerima manfaat (PBP), dengan total distribusi 165.200 kilogram beras dan 33.040 liter minyak goreng.Program bantuan pangan ini berupa beras dan minyak goreng yang diperuntukkan bagi masyarakat rawan pangan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Setiap penerima mendapatkan beras 20 kilogram untuk dua bulan sekaligus, serta minyak goreng total 4 liter,” tambah Sri Wahyuni.Secara keseluruhan, total beras yang disalurkan mencapai 6.282.580 kilogram atau sekitar 6.282 ton.

Sementara itu, distribusi minyak goreng mencapai 1.256.516 liter.Sri Wahyuni menambahkan, program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat kurang mampu sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

DH/Thoha/red

Pos terkait