detikhukum.id,- Indramayu, – dr.Maharani Raesa,Sp.OG Dokter spesialis dari Rumah Sakit (RS) Sentra Medika Langut, Narasumber yang Luar Biasa dalam memberikan Pemahaman Yang jelas dan gamblang pada Acara Seminar Edukasi Kesehatan Wanita (women care) dengan Tema ‘’Lebih Dekat dengan Kesehatan Wanita’’ bersama mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dari berbagai program studi kesehatan yang diselenggarakan Di Gedung Lantai 7 Kampus Polindra Jl. Raya Lohbener Lama No.8, Desa/Kelurahan Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (10/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dr.Maharani Raesa,Sp.OG Dokter spesialis pelaksana medis dari Rumah Sakit (RS) Sentra Medika Langut, Ketua Jurusan Kesehatan di polindra Hj. Winani,Humas Polindra Heru, dan peserta seminar mahasiswi Polindra dari berbagai Jurusan.
Acara ini di mulai dari pukul 13.00 wib sampai dengan pukul 16.00 wib para peserta seminar yakni mahasiswi dari berbagai jurusan mengikuti dengan penuh semangat dan Antusias dengan fokus memperhatikan apa yang dijelaskan oleh narasumber dengan Gamblang, serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.
Dalam wawancaranya dengan awak media, Narasumber Seminar Edukasi Kesehatan Wanita dr.Maharani Raesa,Sp.OG dari Rumah Sakit (RS) Sentra Medika Langut, menjelaskan bahwa.
“Terima kasih atas kesempatan dan antusiasme Mahasiswi Politeknik Negeri Indramayu yang telah diberikan kepada saya untuk dapat berbagi dalam kegiatan seminar Edukasi Kesehatan Wanita (women care) dengan Tema ‘Lebih Dekat dengan Kesehatan Wanita’ bersama mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu dari berbagai program studi kesehatan.
Pada kesempatan ini, materi yang saya sampaikan berfokus pada pentingnya kesadaran terhadap kesehatan wanita, khususnya bagaimana kita sebagai perempuan harus lebih mengenal tubuh sendiri (self-awareness), memahami tanda-tanda yang sering dianggap sepele seperti keputihan, nyeri haid, dan siklus menstruasi yang tidak teratur, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan seperti SADARI dan pap smear.
Seminar ini juga membahas bahwa kesehatan wanita bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada keluarga dan masa depan.

Banyak kondisi kesehatan reproduksi sebenarnya dapat dicegah, dideteksi lebih awal, dan ditangani dengan baik apabila kita memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup sejak dini.” Ujarnya.
Lanjutnya ,” Adapun solusi yang dapat diterapkan oleh para peserta setelah mengikuti seminar ini adalah mulai lebih peduli terhadap kondisi tubuh masing-masing, tidak mengabaikan gejala yang dirasakan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta berani berkonsultasi ke tenaga kesehatan apabila terdapat keluhan.
Selain itu, sebagai mahasiswa kesehatan, diharapkan juga dapat menjadi agen edukasi bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesadaran tentang kesehatan wanita.
Harapan saya ke depannya, melalui kegiatan seperti ini, para mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan dan menyebarluaskan edukasi kesehatan secara tepat di lingkungan masyarakat.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi tenaga kesehatan yang lebih peduli, responsif, dan promotif dalam meningkatkan derajat kesehatan wanita di Indonesia, khususnya di wilayah Indramayu.
Terima kasih atas perhatian dan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Semoga ilmu yang didapatkan hari ini dapat bermanfaat dan terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.” Pungkasnya.
DH/ Thoha /red






