detikhukum.id, – || PANDAN – Pasca bencana yang melanda di beberapa provinsi di Indonesia beberapa waktu lalu, Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada Jum’at 10 April 2026 melaksanakan Seminar Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk meningkatkan profesionalisme bidan pada masa transisi dari darurat ke pemulihan pascabencana yang dilaksanakan secara hibrid (daring dan luring), yang dipusatkan di GOR Pandan.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi, yang juga dihadiri Ketua Umum PP IBI Dr. Ade Zubaedah, SST, MM, MKM dengan tema “Penguatan Peran dan Profesionalisme Bidan Dalam Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia pada Situasi Bencana.”
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi menyampaikan, rasa bangga dan terima kasih yang mendalam dan sangatlah layak disematkan kepada para bidan. “Saya mendengar laporan bahwa di lokasi bencana, di tengah akses yang terputus dan tanah yang longsor, para bidan tetap bersiaga, ibu-ibu adalah orang pertama yang memastikan bahwa ibu hamil di pengungsian tetap aman, bayi-bayi tetap mendapatkan asupan gizi, dan layanan persalinan tidak terhenti meski dalam kondisi darurat. itulah sejatinya jiwa seorang bidan hadir sebagai pemberi harapan di saat yang paling sulit,” ungkap Wakil Bupati Tapteng.
Wakil Bupati mengatakan, Bidan adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan menangani Stunting melalui pelayanan kesehatan komprehensif di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Wakil Bupati Tapteng juga mengapresasi seluruh bidan, baik yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun praktik mandiri, atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. “Dalam suasana pascabencana ini, saya menitipkan tiga pesan khusus untuk menjadi fokus evaluasi kita yaitu kesiapsiagaan layanan di daerah rawan, kesehatan mental dan nutrisi, dan solidaritas tanpa batas,” ujar Mahmud Efendi

Menutup sambutannya, Mahmud Efendi mengatakan, Pemkab Tapteng akan terus berupaya mendukung fasilitas dan peningkatan kapasitas bidan. “Saya juga minta bidan untuk tetap menjaga kode etik profesi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Jadilah bidan yang profesional, handal, dan berhati nurani. Peran aktif saudara semua adalah cahaya harapan bagi ibu dan anak di daerah kita,” imbuhnya.
Selanjutnya, Ketua PP IBI Dr. Ade Jubaedah, S.ST, MM, MKM menyampaikan ketika terjadi bencana longsor, saat itu kami segera menggalang donasi. Kami menggalang donasi untuk sejawat-sejawat bidan di tanah air. Kami sangat berbahagia dan bangga atas dedikasi, atas dukungan yang luar biasa dari sejawat-sejawat bidan di tanah air, ikut merasakan apa yang dirasakan walaupun di tengah transisi. Kita tahu saat ini teman-teman juga dalam prakteknya berbagai regulasi di antara transisi dari darurat ke pemulihan pascabencana.
“Kemudian juga bagaimana peran dan fungsi bidan sangat krusial, terutama di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, seperti keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, kekurangan tenaga, hingga dinamika sosial budaya masyarakat. Meskipun menghadapi tekanan kerja yang tinggi, banyak bidan tetap menunjukkan dedikasi luar biasa, yang sering kali diwujudkan dengan memberikan sebagian harta, waktu, maupun tenaganya demi pelayanan kepada ibu dan anak,” kata Ketua PP IBI Dr. Ade Jubaedah, S.ST, MM, MKM.
Seminar dan pelatihan yang diselenggarakan oleh IBI Pusat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan kualitas tenaga kesehatan Bidan se-Kabupaten Tapteng.
Turut hadir Kadis Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan, SKep.Ns, MKes, AKK, Ketua PD IBI Sumatera Utara Betty Mangkuji, SST, M.Keb., Ketua PC IBI Tapanuli Tengah, Ketua PC IBI Kota Sibolga, serta para Anggota IBI.
DH/B.Butarbutar/red






