detikhukum.id,- Jakarta – Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, bersama jajaran pengurus diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Kamis (16/4).
Dalam audiensi tersebut, PIM menyampaikan rencana penyelenggaraan Forum Nasional Perempuan Indonesia bertajuk “Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Bangsa” yang akan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 PIM. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Mei 2026 di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan RI.
“Kami sangat bersyukur, Mas Wapres menyambut baik dan berkenan hadir untuk membuka Forum Nasional Perempuan Indonesia,” ujar Lana usai pertemuan.
Wapres Gibran dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan perempuan yang berdampak luas dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci untuk memperluas jangkauan serta efektivitas program, khususnya di sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat peran strategis perempuan sebagai pilar pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Lana menambahkan, arahan Wapres menjadi penguat langkah PIM dalam mengonsolidasikan gerakan perempuan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Program PIM sendiri mencakup berbagai bidang strategis seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial-budaya, pariwisata, hingga lingkungan hidup.
“Kami juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Forum Nasional Perempuan Indonesia, Rachel Octavia, menyampaikan bahwa forum ini akan menghadirkan narasumber dari kementerian dan lembaga terkait, dengan fokus pada isu ketahanan di bidang ekonomi keluarga, budaya, ekologi, serta pendidikan.
“Forum ini juga akan melibatkan Badan Cadangan Nasional dari Kementerian Pertahanan serta kolaborasi teknologi berbasis AI dan robotic explorer,” ungkap Rachel. Ia menambahkan, Wapres telah menyatakan kesediaannya untuk hadir membuka kegiatan tersebut.
Sejalan dengan momentum Hari Kartini, PIM juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mendorong partisipasi aktif perempuan dalam ruang publik dan pembangunan.
Audiensi turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Rahajeng Widya, Bendahara Umum Anna Naomi Silitonga, Dewan Pengawas Frans X. Watu, Dewan Pakar Jully Tjindrawan, serta Sekretaris Panitia Mila Sonova.
DH/ Sulaeman /red






