detikhukum.id || TAPANULI TENGAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah (Tapteng), Basarnas Pos Sibolga, TNI- Polri bersama masyarakat, pada hari Jumat, 24 April 2026 berhasil mengevakuasi korban hanyut di Sungai Aek Tolang Kecamatan Pandan.
Plh. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Ardiansyah Harahap, S.STP, MM, melaporkan, berdasarkan informasi di TKP sekitar pukul 15.00 WIB, ada 13 orang anak yang mandi di Sungai Aek Tolang, tepatnya di Jembatan Sekolah Swasta St. Fransiskus Kecamatan Pandan. Tiba-tiba 2 orang terbawa derasnya arus sungai tersebut, 1 orang selamat dan 1 orang lagi hilang (tenggelam).
Saya bersama Tim BPBD Tapteng Regu 1 dan 2, dan Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Tapteng Erianto Tambunan, SAP, melakukan langkah- langkah penyisiran dan evakuasi di sekitar Sungai Aek Tolang. Penyisiran ini turut dibantu Basarnas, TNI dan masyarakat” kata Ardiansyah Harahap.
Ia mengatakan dari hasil penyisiran di Sungai, tepatnya pada pukul 20.22 WIB korban atas nama Daniel Medianto Panjaitan, umur 12 tahun, beralamat di Jalan Prof. Mr. Hazairin Gang Anugerah
ditemukan tersangkut di batang pohon sawit dalam keadaan meninggal dunia. Tim BPBD Tapteng, Basarnas Pos Sibolga, TNI, dan warga setempat langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandan.
“Karena padatnya warga di lokasi kejadian, personil Polres Tapteng turun langsung mengamankan arus lalu lintas yang macet untuk kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.
DH/B.Butarbutar/red






