Sistem Pembelajaran Hibrida Terbukti Efektif — Mahasiswa dari Aceh, NTT, hingga Mancanegara Berhasil Tuntaskan Studi

detikhukum.id,- TANGERANG, Banten — Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang resmi melaksanakan acara Yudisium Program Pascasarjana Gelombang 3 pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Sebanyak 243 calon magister dinyatakan telah memenuhi seluruh syarat kelulusan dan berhak menyandang gelar akademik Magister.

Angkatan yudisium kali ini terdiri dari 94 lulusan Magister Ilmu Administrasi (MIA), 82 lulusan Magister Ilmu Hukum (MIH), serta 67 lulusan Magister Manajemen (MM).

Upacara sakral ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNIS, Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, Dip. RSL., M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pascasarjana Dr. Ir. H. Hardjito S. Darmojo, M.Pd., para Ketua Program Studi, beserta seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika UNIS.

Dalam arahannya, Rektor UNIS menegaskan bahwa hari kelulusan ini bukanlah titik akhir, melainkan permulaan tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Setiap alumni yang hari ini dinyatakan lulus memikul amanah ilmu yang tidak ringan. Jagalah nama baik almamater, junjung tinggi integritas dalam setiap langkah, dan harumkan nama UNIS di manapun kalian berkiprah dan mengabdi,” tegas Prof. Mustofa Kamil.

📚 Pembelajaran Hibrida: Membuktikan Bahwa Ilmu Tak Mengenal Jarak

Keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan masa studi — yang berlangsung sejak Oktober 2024 hingga Juli 2026 — menjadi bukti nyata keunggulan sistem pembelajaran hibrida yang diterapkan Pascasarjana UNIS. Model ini memberikan keseimbangan antara tugas profesional dan kewajiban akademik, sehingga para mahasiswa dapat terus mendalami ilmu tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaan.

Riset Djami, S.Kom., S.H., M.H., C.MTr., C.HL., C.PS, salah satu lulusan Magister Ilmu Hukum yang berasal dari Rote Ndao — pulau paling selatan di wilayah NKRI — menyampaikan apresiasinya atas kemudahan akses pendidikan yang diselenggarakan UNIS:

“Sistem hibrida di UNIS sungguh-sungguh menjadi jembatan bagi kami yang tinggal di daerah terluar. Saya dapat menyeimbangkan antara kewajiban pekerjaan dan perkuliahan dengan baik. Terima kasih kepada para dosen yang senantiasa membimbing dengan kesabaran, serta tim tata usaha yang selalu sigap melayani setiap kebutuhan administrasi kami,” ungkap Riset Djami.

Ia juga mengenang perjuangan bersama rekan-rekan dari berbagai latar belakang dalam menyelesaikan makalah hingga tesis. “Kini kami tinggal menanti hari wisuda pada 27 Oktober 2026. Semoga ilmu yang kami peroleh menjadi bekal pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

🌏 Dari Sabang hingga Mancanegara: Satu Almamater, Satu Keluarga

Kekuatan daya jangkau Pascasarjana UNIS tidak hanya merambah ke pelosok Nusantara, tetapi juga melintasi batas negara.

Ardiwansyah, SH., MH., lulusan Magister Ilmu Hukum yang berdomisili di Banda Aceh, membagikan perjalanannya menempuh pendidikan dari perkuliahan pertama hingga hari sidang tesis secara langsung di kampus UNIS Tangerang:

“Bagi saya yang berdomisili di ujung barat negeri ini, menuntut ilmu di UNIS adalah bukti bahwa keinginan belajar yang kuat tidak terhalang oleh jarak. Mulai dari perkuliahan perdana hingga hari sidang tesis, saya senantiasa merasakan dukungan penuh dari pimpinan, dosen, dan seluruh staf Pascasarjana. Sistem hibrida memudahkan saya mengikuti perkuliahan dengan tertib meskipun berada jauh dari kampus, dan ketika tiba waktunya mempertahankan tesis, saya datang langsung ke Tangerang dengan keyakinan penuh karena ilmu yang saya pelajari telah matang dan kokoh. Pengalaman ini mengajarkan: ketekunan yang disertai bimbingan yang berkualitas pasti akan membuahkan hasil, sejauh apapun jarak yang harus ditempuh. Terima kasih UNIS, telah menjadi rumah ilmu bagi kami dari ujung paling barat tanah air.”

Dr. (C) Suteni, SH., SE., M.BA., MH., mahasiswi Magister Ilmu Hukum yang berdomisili dan bekerja di Hongkong, berbagi pengalaman menempuh pendidikan jarak jauh:

“Selama perkuliahan daring, kami saling berbagi pandangan dan mengkaji persoalan hukum dari beragam sudut pandang daerah — mulai dari Aceh, Sumatera, Riau, Natuna, Kalimantan, Sulawesi, NTT, hingga Papua. Ketika akhirnya kami bertemu secara langsung di kampus untuk ujian tesis, rasanya sungguh luar biasa. Seperti menemukan keluarga besar yang berasal dari segenap penjuru Indonesia,” tutur Suteni.

Elias Karim Nasution, SH., MH., lulusan Magister Ilmu Hukum, turut menyampaikan perasaannya dengan tulus:

“Alhamdulillah, saya bersyukur telah dapat menyelesaikan studi Pascasarjana di UNIS Tangerang. Ilmu yang saya peroleh sangat berharga dan bermanfaat bagi pengembangan keilmuan maupun pekerjaan saya. Terima kasih kepada seluruh pimpinan universitas, para dosen pembimbing, serta civitas akademika UNIS yang telah membimbing saya dengan sabar dan tulus hingga hari ini. Berdiskusi bersama rekan-rekan dari berbagai daerah juga memperkaya wawasan berpikir saya. Gelar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah baru untuk bekerja lebih baik, memberi manfaat bagi sesama, dan senantiasa menjaga nama baik almamater UNIS di manapun saya berkarya. Saya menanti pelaksanaan wisuda 27 Oktober nanti dengan penuh syukur.”

🎓 Menuju Puncak Perayaan Akademik — Wisuda 27 Oktober 2026

Yudisium Gelombang 3 ini menandai berakhirnya tahap akademik para peserta sebelum melangkah ke prosesi wisuda yang direncanakan pada 27 Oktober 2026 mendatang. Keberhasilan UNIS meluluskan magister yang berasal dari Banda Aceh hingga Rote Ndao, dari Sulawesi hingga Hongkong, semakin mempertegas peran lembaga sebagai perguruan tinggi unggulan yang inklusif, adaptif, dan berkomitmen melahirkan sumber daya manusia berkelas nasional maupun internasional.

DH/ Elias Karim /red

Pos terkait