detikhukum.id || TAPANULI TENGAH—Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengambil langkah dalam penanganan pemulihan pascabanjir melanda wilayah Mela I dan II Kecamatan Tapian Nuali pada hari Kamis 1 September 2026 yang lalu. Sebagai langkah penanganan dan perlindungan warga, Pemkab Tapteng akan mengerahkan dua unit alat berat untuk melakukan normalisasi sungai.
Langkah penanganan ini disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan sungai dan pemukiman warga di Mela I dan II pada Sabtu 3 Oktober 2026.
Dalam peninjauannya, Bupati menjelaskan bahwa penanganan sungai akan difokuskan secara menyeluruh normalisasi sungai di bagian hulu hingga hilir aliran sungai guna mengatasi sedimentasi yang menjadi pemicu banjir.
“Alat berat ekskavator saat ini baru ada satu unit, dan kita akan mobilisasi satu alat lagi sehingga nantinya ada dua alat yang bekerja di daerah aliran sungai. Tahun ini juga kita akan bangun dan perbaiki jalan dari Mela I melingkar sampai ke Mela II. Jadi, di satu sisi ada penanganan jalan, dan sisi utamanya adalah penanganan sedimen di daerah aliran sungai Mela I dan Mela II,” ujar Bupati Masinton Pasaribu.
Lebih lanjut, Bupati Tapteng menyoroti kondisi kontur wilayah setempat yang memerlukan penguatan tebing sungai. Penanganan sementara akan segera dilakukan menggunakan pemasangan bronjong atau karung Jumbo Bag, untuk menahan dinding sungai dengan tujuan utama memberikan perlindungan cepat bagi keselamatan warga dari ancaman banjir susulan.
Fokus Utama Pemulihan :
•Pengerahan Alat Berat : Penambahan satu unit ekskavator (total dua unit) untuk normalisasi daerah aliran sungai (DAS) hulu dan hilir.
•Perbaikan Infrastruktur : Pembangunan dan perbaikan akses jalan melingkar dari Mela 2 menuju Mela 1 pada tahun ini.
•Mitigasi Darurat : Pemasangan penahan tebing sementara menggunakan bronjong atau Jumbo Bag untuk melindungi pemukiman warga.
•Perencanaan Jangka Panjang : Transisi dari penanganan cepat darurat menuju perencanaan permanen agar warga merasa aman dan terhindar dari banjir.
Bupati juga mengimbau kepada seluruh warga yang tinggal di sekitar lokasi bantaran sungai untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat bulan ini telah memasuki musim penghujan yang berpotensi memicu peningkatan debit air.”ujar Masinton Pasaribu
Turut mendampingi Bupati Tapanuli Tengah dalam peninjauan lapangan tersebut Kepala Dinas PMD Tapteng, Camat Tapian Nauli, serta Kepala Desa Mela I dan Mela II dan aparat desa.
DY/B.Butarbutar/red






