PT CTP Tollways Hadiri FGD FKBI, Dorong Integrasi Untuk Perkuat Efisiensi Logistik dan Optimalisasi JTCC

detikhukum.id, || BEKASI 22 Oktober 2026. PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways ( PT CTP Tollways menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Integrasi Layanan Jalan Tol Wilayah Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) pada Kamis (22/10), di Jakarta .

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah narsumber, di antaranya Bapak Sony SulaksonoWibowo, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU , Bapak Gibran Sesunan , Direktur Eksekutif Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) , Bapak Sugi Purnoto, Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI), dan Ahmad Sugiono pewakilan DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI ).

PT CTP Tollways yang diwakili oleh Direktur Utama, Bapak Derry Febrian Putra dan Direktur, Bapak Erwan Dwi Winanto mendorong integrasi layanan dan tarif jalan tol di wilayah Jabodetabek guna meningkatkan efisiensi perjalanan, memperkuat konektivitas logistik, serta mengoptimalkan pemanfaatan Jalan Tol Cibitung -Cilincing (JTCC).

Direktur Utama PT CTP Tollways, Derry Febrian Putra, menyampaikan bahwa integrasi tarif berpotensi memberikan manfaat bagi pengguna jalan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di sepanjang koridor JTCC. “Integrasi tarif perlu dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan manfaat jaringan jalan tol secara keseluruhan.

Dengan skema yang tepat, integrasi diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien bagi pengguna, meningkatkan daya tarik JTCC, serta mendukung kelancaran arus logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Derry.

Menurutnya, keterjangkauan tarif menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam merumuskan skema integrasi. Masukan dari pelaku usaha dan pengembang di sekitar koridor JTCC menunjukkan bahwa struktur tarif turut memengaruhi pertimbangan pen gguna dalam memilih rute perjalanan.

Derry menambahkan bahwa peningkatan daya saing tarif berpotensi mendorong pertumbuhan volume lalu lintas dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun. Namun, penyusunan skema integrasi tetap memerlukan kajian komprehensif dengan mempertimbangkan dampak terhadap ruas tol lain, keberlanjutan operasional, serta kebutuhan pengguna yang beragam.

“Yang perlu kita dorong adalah skema integrasi yang memberikan manfaat nyata bagi pengguna dan ekosistem logistik, sekaligus tetap mempertimbangkan keberlanjutan pengelolaan jalan tol. Karena itu , setiap opsi perlu dikaji secara menyeluruh dengan melibatkan regulator, operator, pelaku usaha, dan masyarakat,” tambahnya.

PT CTP Tollways menyambut baik masukan yang disampaikan dalam FGD sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Berbagai aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kajian pengembangan layanan JTC C, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan mekanisme regulasi yang berlaku.

Melalui pengelolaan Jalan Tol Cibitung Cilincing sepanjang kurang lebih 34 kilometer, PT CTP Tollways berkomitmen mendukung konektivitas kawasan industri dan logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Upaya peningkatan layanan dan optimalisasi pemanfaatan JTCC diharapkan dapat berkontribusi terhadap efisie nsi distribusi barang serta pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.

“Pada akhirnya, integrasi tarif bukan sekadar menyatukan skema tarif, tetapi bagaimana menghadirkan konektivitas yang lebih efisien, terjangkau, dan berkelanjutan bagi pengguna jalan serta memperkuat peran JTCC dalam mendukung kelancaran arus logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok.” tutup Derry.

DH/Yordani Emerald/red

Pos terkait