PERINGATI HJB 544 WARGA SUKAMULYA AKSI DI JALAN PEMDA

detikhukum.id, || Kab. Bogor, Rumpin, 3 Juni 2026. Puluhan warga Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor memperingati Hari Jadi Bogor ke 544 tahun 2026 dengan cara melakukan aksi pengurugan Jl. Raya Cicangkal – Legok yang rusak parah. Selain melakukan pengurugan jalan kelas kabupaten tersebut, warga juga melakukan refleksi dan Do’a bersama.

JL. Raya Cicangkal- Legok merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Rumpin di Bogor Jawa Barat dengan Kecamatan Legok di Kabupaten Tangerang Banten. Di wilayah Kabupaten Tangerang jalan sudah terbangun cukup baik, sementara di perbatasan Kabupaten Bogor rusak parah sekitar 500 M2.

Sajak tahun 2022, berbagai upaya sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Sukamulya agar jalan di perbatasan tersebut segera dibangun oleh PEMDA Kab. Bogor, mulai dari terus mendesakan di forum Musrembang kecamatan Rumpin sampai menyurati DPUPR Kab. Bogor. Namun hingga peringatan Hari Jadi Bogor ke 544 ini belum ada pernyataan resmi DPUPR ataupun PEMKAB Bogor yang berkomitmen membangun jalan yang berbatasan langsung dengan propinsi tetangga tersebut.

“Kami terus berusaha mengingatkan pemerintah kabupaten Bogor sejak tahun 2022 tentang pentingnya pembangunan Jl. Raya Cicangkal_Legok (Jl. Gunung Maloko) yang terhubung langsung dengan kabupaten tetangga tersebut. Selain perbatasan antar kabupaten, jalan tersebut juga merupakan perbatasan antara Propinsi Jawa Barat dengan Propinsi Banten”. Papar Junaedi yang merupakan koordinator Forum Masyarakat Desa (FMD) Sukamulya.

Situasi ini yang mendasari masyarakat Desa Sukamulya, khususnya Kp. Malahpar yang terlintasi Jl. Cicangkal- Legok melakukan kegiatan pengurugan lubang- lubang jalan dengan matrial seadanya di momentum hari jadi Bogor yang ke 544 dengan harapan pemerintah kabupaten Bogor dapat memperhatikan dan segera membangun jalan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Tangerang tersebut.

“Kami berharap dengan peringatan Hari Jadi Bogor yang 544 ini, pemerintah daerah kabupaten Bogor semakin meningkatkan kepekaan dan kepedulian dalam menilai serta mengatasi berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat kabupaten Bogor. Jika di ibaratkan rumah, Jalan di perbatasan merupakan salah satu halaman depan sebuah lembaga pemerintahan. Bagaimana kondisi halaman tersebut mencerminkan kondisi didalamnya.” Pungkas Junaedi.

DH/Subhan beno/red

Pos terkait