detikhukum.id, || Indramayu, –
Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin, M.Si Bersama Kementerian Pariwisata Dan Dispara Indramayu menggelar Forum Peningkatan Pengelolaan Destinasi Pariwisata dan Hospitality Tourism
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pengembangan destinasi wisata melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa “Forum Peningkatan Pengelolaan Destinasi Pariwisata dan Hospitality Tourism” di Swiss-Belinn Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (01/08/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan kawasan Rebana dan Jawa Barat bagian selatan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021.
Forum yang diselenggarakan UNJ dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, serta pelaku pariwisata untuk membahas strategi penguatan tata kelola destinasi di Kabupaten Indramayu. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan daya saing destinasi, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, serta peningkatan lama tinggal wisatawan melalui penguatan kualitas pelayanan dan pengelolaan kawasan.
Penandatanganan MoU antara Kementerian Pariwisata dan UNJ menjadi salah satu agenda utama forum. Kesepakatan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Indramayu, jajaran pimpinan UNJ, akademisi, serta para pemangku kepentingan di sektor pariwisata. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata memerlukan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya.
Mewakili Bupati Indramayu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Indramayu Ahmad Sadzali menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu destinasi yang berkembang di Jawa Barat.
“Melalui kerja sama ini kami berharap hadir berbagai inovasi dalam pengelolaan destinasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan promosi yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indramayu secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Sadzali.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai tantangan pembangunan, termasuk di bidang pariwisata. Menurutnya, kerja sama dengan Kementerian Pariwisata membuka ruang yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti untuk berkontribusi dalam pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah.
Ia menjelaskan bahwa UNJ memiliki sumber daya akademik dari berbagai disiplin ilmu yang dapat mendukung pengembangan pariwisata, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya, lingkungan, hingga teknologi. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan dapat menghasilkan model pengembangan destinasi yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.
Ketua Senat UNJ sekaligus Ketua Pelaksana PkM, Prof. Ahman Sya yang menjadi narasumber dalam forum memaparkan materi bertajuk “Pemberdayaan Potensi Destinasi Wisata Kabupaten Indramayu”. Menurutnya, Indramayu memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan masyarakat yang dapat menjadi modal utama pengembangan pariwisata apabila dikelola secara terpadu.
Prof. Ahman menekankan bahwa penguatan destinasi tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi dinilai akan memperkuat rasa memiliki sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan wisata.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJ Prof. Muh. Rizan mempresentasikan materi mengenai “Model Pengembangan Ekowisata Pulau Biawak Indramayu”. Ia menjelaskan bahwa,” Pulau Biawak memiliki potensi sebagai destinasi ekowisata yang dapat dikembangkan melalui prinsip konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola yang berkelanjutan.” Tuturnya.
Menurut Prof. Rizan, pengembangan ekowisata perlu diarahkan pada penciptaan nilai tambah bagi masyarakat lokal tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan. Karena itu, perencanaan destinasi harus memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Sadeli juga memaparkan materi mengenai kebijakan dan arah pengembangan pariwisata Kabupaten Indramayu. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi melalui pengembangan infrastruktur, penguatan kelembagaan, promosi wisata, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Adapun Pendiri dan Penggagas Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan, Alwani, menyampaikan materi bertajuk “Membangun Pelayanan Prima untuk Menciptakan Pengalaman Wisata yang Berkesan”. Menurutnya, kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor yang menentukan kepuasan wisatawan dan memengaruhi keputusan mereka untuk kembali berkunjung maupun merekomendasikan suatu destinasi kepada orang lain.
Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan destinasi wisata. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, praktisi, dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang mendukung pengembangan pariwisata Indramayu sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan Rebana. Melalui kemitraan tersebut, pengembangan destinasi diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Thoha/red






