Dewan Komisi V DPR RI H.Daniel Muttaqin, ST Bersama DKPP Dan BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim Wujudkan Pertanian Tangguh

detikhukum.id, || Indramayu , – ​

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Komisi V DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI (Republik Indonesia) H.Daniel Muttaqin, ST Dan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik bagi 60 petani dan warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (06/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di hotel Grand Trisula Jalan Panjaitan ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta pemahaman masyarakat tani dalam memanfaatkan informasi iklim guna mendukung produktivitas sektor pertanian di tengah cuaca ekstrem.

​Acara resmi dibuka oleh Anggota Komisi V DPR RI, Daniel Muttaqin, ST, yang menekankan pentingnya adaptasi petani terhadap dinamika iklim global saat ini.

Menurutnya, pemanfaatan data klimatologi dari BMKG merupakan instrumen krusial untuk menentukan waktu tanam yang tepat, mengelola lahan secara efektif, hingga melakukan mitigasi risiko gagal panen seperti melalui teknologi modifikasi cuaca.

​Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si. menambahkan bahwa ,” Program ini adalah wujud nyata pelayanan BMKG untuk mendekatkan informasi meteorologi kepada masyarakat akar rumput. Dengan pemahaman yang memadai, para petani diharapkan mampu mengaplikasikan pembacaan data cuaca ke dalam aktivitas budidaya sehari-hari secara mandiri dan berkelanjutan.” Ujarnya.

​Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi esensial mulai dari dasar-dasar klimatologi, pembacaan prakiraan musim, hingga analisis potensi dampak fenomena cuaca ekstrem terhadap komoditas pertanian.

Selain itu, narasumber juga memaparkan strategi adaptasi taktis guna meminimalkan kerugian finansial akibat anomali iklim yang kerap melanda kawasan agraris.

​Pemilihan Kabupaten Indramayu sebagai lokasi penyelenggaraan didasari oleh statusnya yang sangat strategis sebagai salah satu lumbung padi utama, baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun nasional. Melalui penguatan edukasi iklim ini, produktivitas pertanian daerah diharapkan terus meningkat sekaligus memperkokoh fondasi ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.

DH/Thoha/red

Pos terkait