detikhukum.id, || Purwakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menggulirkan program percepatan pembangunan melalui revitalisasi ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini menyasar rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, serta fasilitas pendukung seperti toilet dan UKS dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sesuai Standar Pelayanan Minimal dan Standar Nasional Pendidikan.
Pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat dan komite sekolah melalui pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan atau P2SP di bawah pengawasan Dinas Pendidikan. Salah satu penerima program adalah SDN Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Sekolah ini mendapat anggaran Rp1,8 miliar untuk merehabilitasi 6 ruang belajar, membangun 3 ruang kelas baru, 4 ruang toilet, serta merehab ruang guru, perpustakaan, UKS, dan penataan lingkungan.
Kepala Sekolah SDN Pasirmunjul Eep Saepudin mengatakan anggaran tersebut bersumber dari dana aspirasi dan diawasi langsung oleh panitia dan Dinas Pendidikan. Ia mengaku prihatin dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah yang sebelumnya belum memadai. “Pertama datang ke sekolah ini sangat prihatin dengan kurangnya sarana dan prasarana, tidak tersedianya sarana toilet dan kurangnya ruang kelas yang tidak berbanding dengan jumlah murid,” ujar Kang Eep saat ditemui di lokasi proyek, Jumat 4/9/2026.
Ia menambahkan bahwa dengan anggaran sebesar Rp1,8 miliar tersebut pelaksanaan revitalisasi di SDN Pasirmunjul akan dikerjakan dua lantai dan sesuai regulasi. “Harapannya dengan adanya sarana baru dapat membuat proses belajar mengajar lebih optimal dan meningkatkan semangat peserta didik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Sadiyah, M.Pd., melalui Plt Bidang Sarana dan Prasarana Jhoni Herianto menyampaikan bahwa pada 2026 Purwakarta mendapat alokasi revitalisasi untuk 19 SD tahap pertama. Tahap kedua menyusul 18 SD lainnya.
“Yang lagi berjalan tahap satu saat ini sebanyak 19 SD, dan untuk tahap kedua nanti sebanyak 18 SD,” kata Jhoni di ruang kerjanya pekan lalu.
DH/Raffa Christ Manalu/red






