detikhukum.id, || JAKARTA,
— Bunga-bunga berjatuhan di bibir Pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026), Namun di balik prosesi sederhana itu, tersimpan pesan yang jauh lebih besar: berakhirnya operasi SAR bukan berarti berakhirnya harapan.
Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) menggelar tabur bunga sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan solidaritas bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu I yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah kehilangan kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ketua Umum DPP AJB Andi Mulyati Pananrangi, S.E. hadir dan memimpin langsung kegiatan tersebut,Suasana haru menyelimuti prosesi ketika bunga dilepas ke laut, menjadi simbol doa bagi mereka yang belum kembali.
Dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut turut diberikan PT Pembangunan Jaya Ancol, yang menjadi bagian dari terlaksananya prosesi penghormatan di kawasan pantai.
Bagi AJB, tabur bunga bukan penanda bahwa perjuangan telah selesai, Justru kegiatan itu menjadi pengingat bahwa masih ada keluarga yang menunggu kabar dan masih ada harapan yang belum boleh dipadamkan,
“Operasi SAR boleh dihentikan, tetapi doa dan kepedulian kita tidak boleh berhenti, Kami tetap berharap ada petunjuk baru sehingga seluruh rekan yang hilang dapat ditemukan,” kata Andi.
Operasi pencarian terhadap Arupadhatu I sebelumnya telah dilakukan selama 10 hari dan mendapat tambahan waktu tiga hari,Namun hingga evaluasi terakhir, kapal beserta delapan orang yang berada di dalamnya belum ditemukan.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi sorotan serius bagi dunia jurnalistik, Aktivitas peliputan di wilayah dengan kondisi alam berisiko tinggi menunjukkan bahwa profesi jurnalis tidak hanya membutuhkan keberanian menjalankan tugas, tetapi juga perhatian terhadap aspek keselamatan ketika berada di lapangan.
Rombongan Arupadhatu I dilaporkan berangkat dari kawasan Carita pada 7 September 2026 untuk menjalankan kegiatan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau,Setelah itu komunikasi dengan kapal tersebut terputus di kawasan perairan Selat Sunda.
Kini, laut masih menyimpan misteri.
Di Ancol, AJB memilih menundukkan kepala, memanjatkan doa dan menaburkan bunga, Bukan untuk mengakhiri penantian, melainkan untuk menjaga satu pesan tetap hidup: delapan orang itu belum boleh dilupakan.
Bagi keluarga, rekan sejawat dan insan pers, bunga yang hanyut bersama ombak bukanlah akhir dari cerita,Ia menjadi simbol bahwa harapan masih dititipkan kepada laut, sembari menunggu datangnya kabar tentang mereka yang hingga kini belum kembali.






