detikhukum.id, – Purwakarta || Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menggulirkan program percepatan pembangunan melalui revitalisasi ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini menyasar rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, serta fasilitas pendukung seperti toilet dan UKS dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sesuai Standar Pelayanan Minimal dan Standar Nasional Pendidikan.
Pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat dan komite sekolah melalui pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan atau P2SP di bawah pengawasan Dinas Pendidikan. Salah satu penerima program adalah SMA PGRI 3 Kabupaten Purwakarta. Sekolah ini mendapat anggaran Rp818.887.000., untuk merehabilitasi 6 ruang belajar, 1 ruang administrasi kepala sekolah, 1 ruang administrasi guru, dan 1 ruang administrasi tata usaha (TU).
Kepala Sekolah SMA PGRI 3 Purwakarta, Asep Ridwansyah, SE., mengatakan bahwa anggaran tersebut bersumber dari bantuan pemerintah melalui dana aspirasi program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026. Menurut Asep, kegiatan ini diawasi langsung oleh panitia dan Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas Wilayah 4 Purwakarta.
“Program revitalisasi ini bersumber dari kementerian dan diawasi langsung oleh panitia dan Dinas pendidikan Jawa barat melalui KCD wilayah 4 Purwakarta. Untuk itu saya akan pastikan program revitalisasi ini akan berjalan sesuai regulasi yang ada,” ujar Asep saat ditemui diruang kerjanya, Kamis 24/9/2026.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan atau P2SP SMA PGRI 3 Purwakarta, Somad, S.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya sangat bersyukur dan berterimakasih dengan adanya program revitalisasi tersebut. Walaupun dengan anggaran yang sangat minim tetapi harus merehabilitasi 9 ruangan.
“Sebagai panitia saya menyampaikan terimakasih kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat dan juga kementerian pendidikan. Anggaran ini akan kita pergunakan sebaik-baiknya agar nantinya bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman bagi peserta didik,” kata Somad.
“Harapannya dengan adanya sarana baru dapat membuat proses belajar mengajar lebih optimal dan meningkatkan semangat peserta didik,” ucapnya.
Somad juga menjelaskan bahwa bangunan SMA PGRI 3 Purwakarta sudah sangat lama tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Kalau saya tidak salah ingat, sekolah ini sudah sangat lama tidak mendapat bantuan sekedar untuk melakukan rehabilitasi. Sejak tahun 1982 baru kali ini mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tandasnya.
DH/Raffa Christ Manalu/red






