Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Langsung Lokasi Banjir, Instruksikan Tim BPBD dan SRC, Lakukan Penyisiran dan Evakuasi Warga di 7 Kecamatan

detikhukum.id || TAPANULI TENGAH—Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH langsung turun ke lapangan . meninjau ke lokasi terdampak luapan sungai di jembatan Sigotom Kelurahan Tukka, Lingkungan II /Sigotom. Diketahui hujan dengan intensitas yang tinggi sejak Sabtu sore 26 September 2026 menggenangi permukiman warga serta akses jalan raya di 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Plt. Kalaksa BPBD Tapteng, Agus Harianto, S. STP menyampaikan “Sesuai Instruksi Bupati Tapanuli Tengah agar BPBD melakukan evakuasi warga, Tim Reaksi Cepat (SRC) BPBD bersama Satpol PP Tapanuli Tengah, Dinas Perhubungan Tapanuli Tengah, TNI, POLRI dan Pos SAR Sibolga langsung turun ke lapangan guna memastikan keselamatan warga dengan megerfahkan perahu karet.”ujar Agus Harianto

Peristiwa banjir dan genangan air akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Sabtu, 26 September 2026, terpantau di wilayah-wilayah berikut :

  1. Kecamatan Tukka
    -Kelurahan Bonalumban (Pukul 16.30 WIB) : Lingkungan 1, 2, 3, dan 4 terendam banjir setinggi dada orang dewasa. Tim SRC mengerahkan perahu karet dan berhasil mengevakuasi 5 warga ke tempat lebih aman (2 orang dewasa, 2 anak-anak, dan 1 balita).
    -Kelurahan Tukka, Lingkungan II / Sigotom (Pukul 18.00 WIB) : Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, menutup akses jalan lintas sehingga lumpuh bagi kendaraan roda dua dan empat. Tim SRC aktif mengevakuasi warga.
    -Kelurahan Hutanabolon (Pukul 18.00 WIB) : Banjir merendam Lingkungan 1 dan 4 akibat luapan sungai yang belum dinormalisasi/pengerukan. Kondisi saat ini terpantau aman.
  2. Kecamatan Badiri
    -Kelurahan Lopian (Pukul 16.00 WIB) : Sungai Aek Lopian meluap hingga memasuki teras rumah warga dan menggenangi badan jalan di Simpang Gereja GPDI Lopian setinggi lutut orang dewasa, menyebabkan kemacetan total bagi kendaraan roda dua.
  3. Kecamatan Sarudik
    -Kelurahan Pasir Bidang (Pukul 16.30 WIB) : Banjir permukiman mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan menyulitkan laju kendaraan roda dua.
    -Kelurahan Pondok BatU (Pukul 19.15 WIB) : Dilaporkan terjadi banjir akibat luapan air hujan berintensitas tinggi.
  4. Kecamatan Pinangsori
    -Desa Parjalihotan, Dusun I (Pukul 18.23 WIB) : Meluapnya sungai sekitar memicu banjir ke dalam rumah-rumah warga. Tim SRC Kecamatan Pinangsori sigap melakukan evakuasi dan membantu warga yang membutuhkan.
  5. Kecamatan Kolang
    -Kelurahan Kolang Nauli (Pukul 19.20 WIB) : Genangan air mencapai lutut orang dewasa. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri sebagai langkah antisipasi kenaikan debit air susulan.
  6. Kecamatan Tapian Nauli
    -Desa Mela I (Pukul 19.43 WIB) : Luapan Sungai Mela I dan II menggenangi permukiman warga. Situasi hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan aman.
  7. Kecamatan Pandan
    -Kelurahan Pasar Baru (Pukul 20.02 WIB) : Hujan deras menyebabkan banjir permukiman dan menutup akses ruas jalan raya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD bersama unsur kecamatan dan kelurahan langsung bergerak cepat merespons laporan darurat. Upaya yang telah dilakukan meliputi :
• Penyisiran dan Evakuasi : Tim BPBD dan SRC turun langsung ke titik-titik lokasi banjir untuk menyisir kawasan terdampak dan mengevakuasi warga.

• Posko Siaga Lapangan : Di Kecamatan Badiri, Camat Badiri bersama Tim SRC bersiaga di Simpang Gereja GPDI Lopian untuk membantu pengendara melintas. Di Kecamatan Sarudik, tim terus standby memantau evakuasi warga.

• Gotong Royong Pembersihan : Di Kecamatan Pinangsori, air dilaporkan telah surut dan Tim SRC langsung membantu warga membersihkan sisa material banjir di rumah-rumah penduduk.

Hingga laporan ini diturunkan, kondisi di beberapa titik seperti Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka (Sigotom), dan Kelurahan Hutanabolon (Kecamatan Tukka) menunjukkan debit air yang berangsur surut. Di Kecamatan Badiri, arus lalu lintas di sekitar Lopian secara bertahap tertangani oleh tim di lapangan. Sementara itu, Camat Tapian Nauli beserta jajaran masih aktif menyisir permukiman terdampak.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan selalu siap hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi apapun”

Plt. Kalaksa BPBD Tapteng, Agus Harianto, S. STP, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Bapak Erianto Tambunan, S.AP, serta Bapak Ridho (ASN BPBD) bersama jajaran SRC Kabupaten Tapanuli Tengah dan unsur kecamatan tetap bersiaga penuh (standbye) di lokasi-lokasi rawan hingga situasi dipastikan benar-benar aman bagi masyarakat.

DH/B.Butarbutar/red

Pos terkait