Dunia Musik Batak Berduka, Anton Siallagan Personil Trio Maduma Tutup Usia

detikhukum.id, – Bekasi || Dunia musik Batak kembali berduka. Penyanyi, pencipta lagu, sekaligus personel Trio Maduma, Anton Siallagan meninggal dunia pada Selasa, 6 Oktober 2026 sekitar pukul 03.00 WIB di RS Ananda Pondok Ungu Bekasi.

Kepergian Anton meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, sesama seniman, serta masyarakat Batak yang selama puluhan tahun mengenal karya-karyanya.

Anton dikenal sebagai salah satu musisi penting dalam musik Batak modern. Kiprahnya tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga pencipta lagu produktif dengan tema dekat kehidupan masyarakat, mulai dari cinta, keluarga, adat, jodoh hingga persoalan sosial.

Namanya semakin dikenal setelah bersama Jhonny Manurung dan Tigor Panjaitan membentuk Trio Maduma pada 1980 an. Kehadiran Trio Maduma turut memperkaya khazanah musik vokal Batak di era setelah komponis besar seperti Nahum Situmorang. Selain lagu Sandiwara, ciptaan Anton seperti Pengusaha Muda juga sempat booming. Di masa kejayaan kaset hingga era CD, Trio Maduma tetap eksis sampai 2018.

Salah satu karya yang paling melekat adalah Parumaen Napogos. Lagu tersebut mengangkat kisah cinta dan perjuangan memperoleh restu keluarga, dengan pesan bahwa kebaikan, kesetiaan, dan penghormatan pada adat lebih penting dari ukuran ekonomi. Lagu itu kemudian dinyanyikan kembali oleh sejumlah penyanyi seperti Duo Naimarata dan tetap populer di era YouTube dan platform digital.

Anton juga dikenal peduli pada regenerasi. Ia pernah menekankan penyanyi tidak cukup hanya bermodal suara, tetapi harus mengasah kemampuan, memahami selera pendengar, dan mampu menciptakan karya.

Kini Anton Siallagan telah berpulang. Namun warisan musiknya tentang cinta, keluarga, dan adat akan tetap hidup lintas generasi.

Selamat jalan, Anton Siallagan.

DH/Raffa Christ Manalu/red

Pos terkait