“Allah Titipkan Istri Untuk Dimuliakan” – Prinsip Hidup Kang Hariri BM79, Satpam Bank Banten Yang Merantau Sejak 1999

detikhukum.id, || Kota Tangerang- | Sosoknya sederhana dengan seragam krem di PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk,/ Bank Banten namun kisah hidupnya luar biasa. Dialah Hasan Hariri, yang akrab disapa Kang Hariri “BM”79”.

Hampir 6 tahun berjalan sampai saat ini, 3 tahun sudah mengikuti PKWT PT JSMU Vendor yang bekerjasama dengan Bank Banten.”Kang Hariri”BM”79″ setia bertugas sebagai Satpam di Bank Banten Kantor Cabang Pembantu (KCP) Ciledug, Jl. KH. Hasyim Ash’ari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Saat dikonfirmasi awak media di lokasi tugasnya sambil ngopi darat, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh tanggung jawab, pada Minggu siang, 10 Oktober 2026.

“Kang Hariri diketahui berasal dari Kota Wali (Cirebon) merantau sejak tahun 1999 di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Perantau tangguh ini dikaruniai satu orang istri tercinta bernama Akta Nur Farida, warga asli Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Keduanya menikah pada tahun 2001 dan membangun keluarga yang harmonis.

Dari pernikahannya, ia dikaruniai 4 orang anak yang menjadi penyemangat hidupnya:

  1. Ahmad Dani Fardiansyah (24th)
  2. M. Adriansyah Hariri (16th)
  3. Aqila Noviana Hariri (13th)
  4. M. Haikal Hariri (5th)

“Anak dan istri adalah alasan saya kuat berdiri sampai hari ini. Merantau sejak 1999, saya belajar bahwa hidup itu harus bertanggung jawab,”ujar Kang Hariri”BM”79.

“Bagi Kang Hariri”BM”79”, tanggung jawab sebagai satpam dan sebagai suami adalah dua amanah yang tidak bisa dipisahkan.

“Di bank saya menjaga uang nasabah agar aman, di rumah saya menjaga hati istri dan masa depan 4 anak saya. Dua-duanya adalah amanah yang tidak bisa ditawar. Seragam saya mungkin sederhana, tapi tanggung jawab saya luar biasa,” tegasnya.

Ia pun membagikan prinsip hidupnya sebagai seorang kepala keluarga:

“Allah titipkan istri bukan untuk disakiti, tapi untuk dimuliakan. Allah titipkan anak bukan untuk dibentak, tapi untuk dididik. Seorang suami akan ditanya di akhirat, bukan tentang berapa banyak hartanya, tapi apakah keluarganya ia bawa menuju surga. Lelah boleh, menyerah jangan. Karena di rumah, ada 5 senyum yang menungguku pulang. Mencari rezeki halal untuk istri dan anak adalah ibadah paling indah.”

“Kang Hariri”BM”79” menutup dengan kalimat khasnya:
“Di balik logo Bank Banten ‘Membangun Masa Depan’, ada kami yang menjaga hari ini. “Seluruh Aset dan Area Bank Banten, serta Teller aman, nasabah nyaman, tugas tuntas. Itulah kebanggaan seorang Satpam.”

“Sosok Kang Hariri “BM”79” menjadi bukti nyata bahwa kesetiaan, kerja keras, dan tanggung jawab sebagai suami adalah kunci keharmonisan keluarga perantau.

DH/Subhan beno/red

Pos terkait