Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Pondok Gede Hadir Membawa Kepedulian, Jenguk Lansia dan Warga Sakit di Jatimurni

detikhukum.id, || KOTA BEKASI – Menjadi polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, mengetuk pintu rumah warga, serta memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Nilai kemanusiaan itulah yang ditunjukkan Kapolsek Pondok Gede AKP Dr. H. Wahyudi, S.H., M.H., saat menjenguk warga lanjut usia (lansia) dan warga yang sedang sakit di Kelurahan Jatimurni Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi. Jumat (6/11/2026)

Didampingi Kanit Binmas IPTU Romli, Panit Binmas IPTU Pardi Prasetyo, serta Bhabinkamtibmas Jatimurni Bripka Galih Kuntho Aji, Kapolsek mendatangi langsung kediaman warga. Bukan sekadar kunjungan formal, kehadiran mereka menjadi wujud perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang tengah menjalani masa sulit karena faktor usia maupun kondisi kesehatan.

Dengan penuh kehangatan, AKP Wahyudi menyapa, berbincang, dan mendengarkan cerita serta keluhan warga. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian sederhana berupa sapaan, waktu untuk mendengarkan, dan kehadiran secara langsung menjadi bentuk dukungan moral yang memiliki arti tersendiri.

Bagi warga yang tengah sakit maupun lansia yang membutuhkan perhatian, kehadiran seseorang yang datang dengan tulus tentu menjadi penguat semangat. Tidak harus dengan sesuatu yang besar, terkadang kepedulian dan kesediaan untuk hadir menjadi kebahagiaan yang begitu berarti.

AKP Wahyudi mengatakan, Polri harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui tindakan nyata. Menurutnya, tugas kepolisian bukan hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan dukungan kemanusiaan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi adalah bagian dari keluarga besar mereka. Kami datang bukan untuk melihat apa yang kurang, tetapi untuk menunjukkan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri. Semoga kehadiran kami bisa memberikan semangat, menguatkan hati, dan membawa sedikit kebahagiaan,” ungkap AKP Wahyudi.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Perhatian, empati, dan kemauan untuk mendengarkan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang tulus antara Polri dan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang diwujudkan melalui kehadiran dan tindakan nyata. Polisi tidak hanya berdiri di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan, tetapi juga berjalan bersama masyarakat, merasakan kondisi mereka, dan hadir memberikan perhatian ketika dibutuhkan.

Sebab, pada akhirnya, makna kehadiran seorang polisi bukan hanya seberapa kuat ia menjaga keamanan, tetapi juga seberapa besar kepeduliannya terhadap sesama. Ketika polisi mengetuk pintu rumah warga dengan ketulusan, di situlah kehadiran Polri menjadi lebih dari sekadar tugas, tetapi juga tentang kemanusiaan.

DH/Yordani Emerald/red

Pos terkait