detikhukum,id,- MEULABOH – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025. Upacara berlangsung khidmat di Meulaboh dan dihadiri jajaran ASN, para guru, tokoh pendidikan, serta unsur Forkopimda, Sabtu (29/11/2025) di lapangan upacara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Dalam amanatnya, Bupati Tarmizi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN dan insan pendidikan di Aceh Barat. Ia menegaskan bahwa momentum peringatan ini harus menjadi energi baru untuk meningkatkan profesionalitas, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ikrar yang telah dibacakan hari ini harus benar-benar dilaksanakan. Jika semua dijalankan dengan sungguh-sungguh, insyaallah seluruh cita-cita reformasi birokrasi yang kita targetkan pada tahun 2025 akan berhasil,” ujar Bupati.
Bupati Tarmizi menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sedang menjalankan reformasi birokrasi secara menyeluruh. Tahun ini, Aceh Barat mulai menerapkan manajemen talenta sebagai sistem baru dalam menilai dan menempatkan ASN.
Ia menegaskan bahwa penempatan jabatan kini dilakukan berdasarkan objektivitas dan kapabilitas, bukan kedekatan atau latar belakang tertentu.
“Siapa pun ASN yang memiliki integritas, kreativitas, dan kemampuan inovasi akan diberi peluang menduduki posisi strategis. Kita ingin pelayanan prima terwujud, dan akan ada sistem reward and punishment yang tegas,” jelas Bupati.
Sebut Tarmizi, Pembinaan juga terus dilakukan bagi ASN yang masih belum patuh terhadap aturan, sekaligus menyiapkan pola karier bagi mereka yang bekerja sungguh-sungguh.
Pada sektor pendidikan, Bupati menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Aceh Barat sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala sekolah. Seleksi pemimpin sekolah kini dilakukan secara objektif, berdasarkan integritas, kreativitas, rekam jejak, serta kapabilitas.
Tidak hanya itu, Bupati kembali menegaskan bahwa calon kepala sekolah wajib mengikuti tes membaca Al-Qur’an.
“Jika siswa diwajibkan membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai, maka gurunya terutama kepala sekolah juga harus mampu menjadi teladan,” tegasnya.
Disisi lain, Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi, metode pembelajaran modern, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Tarmizi kembali menekankan bahwa guru adalah faktor utama kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru, terutama mereka yang bertugas di wilayah terpencil.
Selain itu, ia meminta agar beban administrasi guru dikurangi agar mereka dapat fokus pada proses belajar-mengajar.
“Jangan lagi ada pungutan–pungutan di dunia pendidikan, baik dari dana BOS maupun hal kecil seperti mengurus administrasi. Jika ditemukan pungli sekecil apa pun, akan langsung diberikan sanksi,” tegas Tarmizi
Di akhir amanat, Bupati Tarmizi menyinggung musibah banjir yang terjadi di Aceh Barat, yang disebutnya sebagai yang terparah sejak tahun 1978. Ia berharap bencana tersebut menjadi pelajaran untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kesiapsiagaan.
“Sudah saatnya seluruh rakyat Aceh Barat bersatu, saling membantu, dan bergerak bersama membangun daerah,” ujarny
DH/ Muhibbul Jamil /red






