Pacu Adrenalin dan Edukasi di Jembatan Cinta pulau Tidung: Catatan Liburan Keluarga Pak Purwopaminto bersama nenek kembar usia 70th dari Jogja

detikhukum.id, || Kepulauan Seribu Deburan ombak dan angin kencang tidak menyurutkan keberanian keluarga besar Bapak Purwopaminto asal Gunungkidul, Jogja, saat menyambangi Pulau Tidung pada 26-27 Desember 2025. Bersama agen happyone_adventure dan Linov sebagai pemandu, rombongan berjumlah 11 orang ini benar-benar memacu adrenalin di jantung Kepulauan Seribu.

​Aksi Ekstrem: Melawan Gravitasi di Jembatan Cinta
​Ikon Pulau Tidung menjadi saksi bisu keberanian “Wong Jogja”. Pak Purwo dan Abiyyu menunjukkan nyali besar dengan melompat dari puncak Jembatan Cinta setinggi 8 meter.

Aksi terjun bebas menuju kedalaman 5 meter ini menjadi puncak tantangan yang memberikan kepuasan luar biasa.

​Tak berhenti di situ, Pak Purwo, Bu Herning, dan Abiyyu juga membelah ombak menggunakan jetski dengan kecepatan tinggi, menciptakan momen liburan yang penuh aksi.

​Eksplorasi dan Edukasi Bawah Laut
​Selain memacu jantung, keluarga ini juga menikmati sisi edukatif dan estetis Pulau Tidung:

​Wisata Edukasi: Mengunjungi area konservasi di Pulau Tidung Kecil dan melihat kerangka paus yang legendaris.
​Keindahan Bawah Laut:

Seluruh anggota keluarga menikmati sesi snorkeling, mengagumi terumbu karang dan ikan hias di perairan jernih.

​Malam Keakraban dan Kepedulian Sang Dokter
​Malam hari diisi dengan sesi barbeque ikan dan cumi bakar.

Di tengah suasana hangat, Alifia Renanda Mahandaru (Mba Fia), seorang Dokter Hewan, menunjukkan dedikasinya.

Ia menyisihkan daging ikan pilihan untuk kucing pantai sambil memberikan edukasi tegas kepada peserta lain mengenai bahaya memberikan tulang pada hewan—sebuah aksi nyata profesionalisme yang dibawa hingga ke tempat berlibur.
​Pesona Sunrise dan Inspirasi Nenek Kembar
​Saat fajar tiba, Mas Rio tampil mencuri perhatian dengan gaya modis ala pemuda Jepang saat menikmati sunrise di Jembatan Cinta. Namun, bintang utama dari perjalanan ini adalah Mbah Kartini dan Mbah Kartinen.

​Meski telah menginjak usia 70 tahun, “Nenek Kembar” asal Jogja ini sangat terkesan dengan seluruh rangkaian petualangan.

Dengan mata berbinar, mereka mengungkapkan rasa bahagianya dan berjanji akan menceritakan pengalaman tak terlupakan ini kepada seluruh keluarga besar dan kerabat di kampung halaman.
​Liburan 2 hari 1 malam menggunakan Kapal Cahaya Laut ini menjadi bukti kekompakan keluarga besar asal Gunungkidul.

Sebuah perjalanan yang dimulai dengan adrenalin dan ditutup dengan tawa bahagia lintas generasi.

DH/Gusdin /red

Pos terkait