detikhukum.id, || Tangerang – Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) menggelar kegiatan Lokakarya sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keragaman budaya dan toleransi beragama. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid bersama Ketua Umum HMMI, Nurdin HM Satibi, di Gedung Pramuka Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kemajemukan masyarakat merupakan kekuatan besar yang harus dikelola melalui kolaborasi dan kebersamaan. Ia berharap kehadiran HMMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang.
“Melalui masyarakat yang majemuk, kita dapat membangun kolaborasi untuk kemajuan daerah. HMMI diharapkan berperan aktif menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan,” ujar Maesyal.

“Ketua Umum HMMI, Nurdin HM Satibi, dalam sambutannya menegaskan bahwa HMMI hadir sebagai wadah pemersatu masyarakat lintas agama dan budaya, dengan tujuan membangun kehidupan sosial yang rukun, beretika, dan berdaya saing”ungkapnya.
Sementara itu, Didik Sumbodo menyampaikan bahwa HMMI memiliki visi membawa kemajuan sosial melalui penguatan toleransi antar umat beragama dan keragaman budaya. Menurutnya, HMMI berbeda dari organisasi pada umumnya karena berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat luas.”ucapnya Narasumber Basuki, praktisi hukum sekaligus dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, menyebut Kabupaten Tangerang sebagai miniatur Indonesia.
Ia menilai kehadiran HMMI sangat relevan dalam memberikan sumbangsih pemikiran demi kemajuan daerah.HMMI dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pembangunan daerah berbasis potensi wilayah dan kepedulian kepemimpinan,” ujarnya
Narasumber lainnya, Ade Siti Haryanti, menekankan pentingnya pendidikan etika dan budaya dalam pergaulan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Ia menyoroti peran orang tua sebagai teladan utama dalam membentuk sikap sopan santun dan kecerdasan berbahasa anak.
Orang tua harus memberi contoh perilaku yang baik. Anak-anak perlu dibiasakan beretika dan berbahasa santun, bahkan 88 persen kebiasaan anak dimulai dari pembiasaan ucapan salam,” jelasnya.
Sementara itu, H. Ahmad Amarullah menegaskan bahwa lokakarya HMMI menjadi langkah awal dalam memperkuat kepedulian budaya dan harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat majemuk.Indonesia memiliki keragaman agama dan budaya yang luar biasa. Peran HMMI sangat penting untuk menjaga harmoni, menciptakan kondusivitas lingkungan, serta membangun akhlak generasi bangsa melalui nilai-nilai positif menuju peradaban majemuk yang maju,” pungkasnya.
DH/Rika/red






