Konfercab NU Tapteng diwarnai Penolakan Banom NU dan Warga Nahdliyyin Turun, Sidang Berakhir dengan Pembubaran

detikhukum.id, || ‎Tapanuli Tengah – Publik Nahdlatul Ulama dikejutkan oleh berakhirnya Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Tapanuli Tengah secara mendadak, Pada 17 Januari 2026 bertempat di Hotel Hasian Pandan.‎Forum yang seharusnya menjadi ruang musyawarah justru berujung pembubaran setelah mendapat penolakan dari Badan Otonom NU dan sejumlah MWC NU serta Tokoh Sesepuh NU Tapteng.

‎‎Sejak awal, Banom NU menilai pelaksanaan Konfercab sarat persoalan, mulai dari penunjukan karateker, proses persiapan, hingga keterlibatan MWC NU yang dianggap tidak partisipatif dan Dugaan Rekayasa pembentukan Carateker di beberapa MWC NU demi kepentingan suara.

‎‎Penolakan disampaikan secara terbuka di arena sidang. Ketegangan meningkat ketika perwakilan Banom mencoba menyampaikan pernyataan resmi, hingga terjadi adu argumen dan tarik-menarik mikrofon.‎‎

Tokoh muda NU yang hadir, Denny Sanjaya (Ketua PC GP.Ansor Tapanuli Tengah) dan Waiys Al Kahrony Pulungan bersama puluhan Kader Muda NU terdiri dari IPNU,IPPNU,PMII,GP ANSOR,FATAYAT NU menyebut momentum tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kader.‎‎

“Jika musyawarah menyimpang dari konstitusi, kader wajib mengingatkan,” katanya.‎‎Setelah situasi tak lagi kondusif, Sekretaris panitia, H. Bincar Halomoan akhirnya menyatakan Konfercab dihentikan dan tidak dipindahkan ke lokasi lain.‎‎”Saya selaku sekretaris panitia meminta kita semua supaya tenang, kita pulang dan saya pastikan tidak ada konferensi di tempat lain”. Pungkasnya. ‎‎

Peristiwa ini menandai babak baru dinamika NU di Tapanuli Tengah yang diduga menjadi korban dari keberpihakan PWNU SUMUT, yang kini menunggu sikap PBNU sebagai otoritas tertinggi organisasi.

DH/Muhammad Riski Pane/red

Pos terkait