Camat Balongan Bersama UPTD Pertanian Tinjau Sawah yang Terendam Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi

detikhukum.id, || Indramayu,-
Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu dan beberapa kabupaten di Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian terendam banjir.

Kondisi ini berdampak pada sejumlah petani di Kecamatan Balongan yang tengah memasuki masa tanam padi pertama/Rendeng.

Jika air tidak segera surut, sebagian besar lahan pertanian diperkirakan mengalami gagal tanam, yang dapat menurunkan masa produksi padi di wilayah tersebut.

Dilaporkan dari 10 desa yang berada di kecamatan Balongan hampir seluruhnya lahan sawah yang siap tanam mengalami banjir yang di sebabkan intensitas curah hujan yang masih tinggi.

Pemerintah kecamatan bersama instansi UPTD Pertanian Balongan berupaya menanggulangi dampak banjir dengan mengintensipkan serta terus memantau debit air yang berada di pintu air serta menyulusuri aliran irigas agar air bisa mengalir ke Ilir.

Camat Balongan Ade Sukma Wibowo bersama Sekmat Balongan Dasuki didampingi dinas ketahanan pangan dan pertanian Indramayu melalui UPTD pertanian Balongan meninjau langsung di beberapa lahan sawah yang terdampak banjir.

Camat Ade Sukma Wibowo mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap curah hujan yang mungkin masih berlangsung hingga bulan Februari kedepan.

“Kami dari Forkopimcam Balongan akan terus memantau perkembangan cuaca extrim yang sewaktu-waktu hujan akan tetap turun disertai angin kencang”, Ujarnya, Jumat (23/01/2026).

Ade Juga menegaskan curah hujan di sertai angin kencang berpotensi terhadap pohon tumbang serta rawan terjadi angin puting beliung.

“Kepada seluruh masyarakat kecamatan Balongan agar tetap berhati-hati serta laporkan kepada pemerintah setempat jika memang ada kerusakan rumah atau pohon tumbang yang mengganggu aktivitas masyarakat agar segera ditindaklanjuti”, Sambungnya.

Terpisah, Lia Fitriyani selaku kepala UPTD pertanian Balongan manyampaikan, sebanyak 195 Hektar lahan sawah yang terendam banjir di 10 desa yang berada di kecamatan Balongan sebagian sudah melakukan masa tanam.

Lia juga mengatakan hal ini disebabkan oleh curah hujan yang sampai saat ini masih berlangsung, namun potensi gagal panen diperkirakan masih belum mengalami dikarenakan sebagian petani belum melakukan penanaman padi secara keseluruhan.

“Kami merespon cepat aduan para petani dan kami pun meninjau langsung lahan-lahan yang terdampak serta memberikan edukasi kepada para petani agar tetap beriktiar dikarenakan ini adalah faktor alam”, Ucapnnya.

Lebih lanjut, Lia juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar terus memberikan informasi update data terkini tentang cuaca extrim yang saat ini masih terjadi.

“Cuaca extrim dengan curah hujan akan terus berlangsung hingga bulan Februari 2026 kedepan, saya berharap para petani tetap berupaya membuka dan membersihkan saluran air yang tersumbat baik oleh sampah dan tanah yang diakibatkan air hujan”, Pungkasnya.

Senada dengan UPTD Pertanian Balongan, Petani berharap curah hujan segera berkurang agar lahan pertanian dapat kembali produktif dan masa tanam berikutnya tidak terganggu serta petani bisa kembali melakukan aktivitas pertanian.

DH/Thoha/red

Pos terkait