Bakamla Kirim Personel Latihan Pengawasan Laut dengan Coast Guard Jepang

detikhukum.id, || Jakarta Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) mengirim enam personel untuk mengikuti pelatihan pemantauan wilayah laut dari udara bersama Japan Coast Guard. Pelatihan ini menggunakan pesawat pantau guna meningkatkan kemampuan pengawasan maritim Indonesia.

Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI, Laksamana Muda TNI Eko Wahjono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menambah pengetahuan personel terkait teknologi pemantauan laut berbasis udara yang dimiliki Jepang.

Menurutnya, pesawat yang digunakan dalam latihan adalah Gulfstream V milik Japan Coast Guard yang dilengkapi kamera canggih dan radar pendeteksi aktivitas kapal di laut.

“Ini adalah pesawat patroli maritim yang luar biasa canggihnya. Jadi dia bisa memonitor semua kegiatan kapal-kapal yang ada di laut. Ini sangat penting sekali,” kata Eko di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.(19/2)

Teknologi yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut juga terhubung dengan sistem radar pengawasan laut yang sedang dibangun Bakamla, yakni National Maritime Surveillance System (NMSS). Integrasi ini diharapkan membuat pemantauan wilayah perairan Indonesia lebih efektif dari darat maupun udara.

Dengan sistem terpadu tersebut, pengawasan maritim dapat dilakukan secara menyeluruh, sehingga aktivitas di laut dapat dipantau secara real time. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan nasional.

Meski demikian, Bakamla belum berencana membeli pesawat pengintai secanggih milik Jepang. Saat ini lembaga tersebut masih menunggu penyelesaian modifikasi pesawat N219 yang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia untuk kebutuhan patroli laut.

Pelatihan yang berlangsung telah memasuki hari ketiga dengan agenda praktik pemantauan langsung di udara. Para peserta mendapat kesempatan mengoperasikan perangkat pemantauan sekaligus memahami prosedur patroli maritim dari udara.

Melalui pelatihan ini, Bakamla berharap para personel dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh guna memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia serta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di perairan nasional.

DH/Gusdin /red

Pos terkait