detikhukum.id, || Jakarta, — Impor mobil pickup dari India ini memiliki implikasi ekonomi yang signifikan, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, impor ini dapat membantu memenuhi kebutuhan kendaraan operasional untuk program KDKMP, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan.
Ketersediaan kendaraan yang memadai dapat mempermudah aktivitas ekonomi di tingkat lokal, seperti transportasi hasil pertanian, distribusi barang, dan pelayanan publik.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan melalui pengembangan koperasi.
Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan kerja di tingkat desa dan kelurahan.
H Sumaryoto saat di jumpai di kampus Unindra mengatakan bahwa import kendaraan sudah sesuai prosedur (SOP) karena mereka di kejar dead line program Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih .Kamis (26/2)
” Bahwa industri kita belum mampu menyediakan kendaraan dalam jumlah sebesar itu adalah kenyataan , kedepan produsen otomotif harus siap.” ujarnya
Banyak program pemerintah saat ini yang dapat mengeliatkan perekonomian antara lain MBG dan KDMP
Namun, program KDKMP juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kurangnya infrastruktur dan fasilitas yang memadai, termasuk kendaraan operasional. Oleh karena itu, impor mobil pickup diharapkan dapat mengatasi masalah ini dan mendukung kelancaran operasional koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, program KDKMP juga perlu didukung oleh pelatihan dan pendampingan yang memadai. Masyarakat desa dan kelurahan perlu diberikan pelatihan mengenai manajemen koperasi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan agar dapat menjalankan koperasi secara efektif dan berkelanjutan. Pemerintah dan pihak terkait perlu bekerja sama untuk memberikan dukungan yang komprehensif bagi program KDKMP, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
DH/Gusdin /red






