detikhukum.id, || Jakarta,_ Hal tersebut disampaikan Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. dalam live Indonesia Business Forum – IBF TVone dengan topik: “Timur Tengah Bergejolak, Harga Plastik Bergerak”, dipandu presenter Celia Alexandra, nara sumber, Muhammad Putra Hutama Tenaga Ahli Utama KSP RI, Fajar Budiono Sekretaris Jenderal INAPLAS, Abdullah Mansuri Ketua Umum IKAPPI dan Teuku Riefky Ekonomi LPEM
FEB UI, rabu malam, 8 April 2026. Lonjakaan harga plastik 70% hingga lebih 100% dampak Perang US-Israel dengan Iran menjadi beban berat PKL UMKM Indonesia.
PKL UMKM MAKIN SUSAH HARGA PLASTIK MELONJAK
Pedagang Kaki Lima (PKL), serta UMKM diseluruh tanah air saat ini MAKIN SUSAH akibat lonjakan harga plastik dampak perang US-Israel dengan Iran. Saya tadi baru menerima Ketua DPW APKLI-P Provinsi Jambi, gelas plastik yang dipegang Mbak Celia Alexandra itu di Jambi harganya dari Rp 20 ribu naik Rp 43 ribu isi 50 pcs. Dan diberbagai wilayah yang pertama terdampak dan terberat adalah PKL terutama terkait makanan dan minuman.
Selanjutnya adalah warung kelontong karena semua pembelian terkait dengan plastik. Namun saya bersyukur, kawan-kawan PKL UMKM ini tahan banting dan sudah sering hadapi dan berada dalam situasi sulit. Mereka selalu adaptasi, serta melakukan inovasi dan kreasi.
Alhamdulillah, hingga saat ini sebagian besar mereka tidak menaikkan harga jual. Memilih bersiasat, pertama, mengurangi ukuran atau voleme semisal PKL Gorengan. Kedua, menyatukan barang yang dibeli masyarakat dalam satu plastik, yang biasanya satu barang satu plastik seperti di warung kelontong dan pedagang pasar diseluruh Indonesia.
Hal yang sama dilakukan insdustri tempe dan tahu, juga pedagang tahu gembrong di Semarang Jawa Tengah, dan yang lain diseluruh Indonesia.
Mereka takut kehilangan pelanggan ditengah daya beli masyarakat hingga saat ini belum beranjak naik normal kembali dampak pandemi covid-19.
Biaya produksi naik, harga jualan tidak dinaikkan, omset tergerus, keuntungan menipis, atau PKL UMKM makin sudah akibat lonjakan harga plastik, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed pada IBF TV One, Rabu malam, 8/4/2026.
Kami menerima keluhan naiknya biaya produksi barang yang dijual PKL UMKM akibat lonjakan harga plastik rata-rata 70% bahkan lebih dari 100% dari seluruh Indonesia..
Saya tidak tahu siapa yang diwawancarai di DKI Jakarta rata-rata naik 50%.
Saya juga tidak tahu, apakah karena dekat dengan Istana Negara atau karena hal lain. Di Kalimantan Selatan misalnya, gelas plastik isi 1000 pcs awalnya Rp 280 ribu saat ini Rp 560 ribu.
Namun yang pasti, kenyataan ini sangat menbebani PKL UMKM. Bahkan mereka menjerit, omset tergerus dan keuntungan makin menipis, ungkap dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB dan FKUI sampaikan keluh kesah dan aspirasi rakyat kecil.
INDONESIA INI UNIK: NEGARA BESAR DAN KAYA RAYA, 100% NAFTA BAHAN BAKU PLASTIK IMPOR
Indonesia ini “UNIK”, kenapa? Negara besar dan kaya raya dengan jumlah penduduk 286 juta jiwa, serta memiliki sumber daya alam terlengkap di dunia hingga saat ini 81 tahun merdeka, bahan baku plastik NAFTA 100% impor. Dan adanya gimik plastik diganti daun pisang dan daun jati yang viral di media sosial tak ubahnya isu tentang gas. Di India misalnya, masyarakat gunakan kembali kayu bakar akibat kelangkaan gas LPG.
Ketika di Indonesia ada kelangkaan gas melon, saya pun mendorong PKL UMKM dan masyarakat menggunakan kembali ^PAWON^ dengan bahan bakar kayu. Oleh karena itu, saya setuju daun pisang juga daun jati jadi solusi pengganti plastik tatkala ada kelangkaan atau krisis, imbuh Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 didampingi Wati, Pedagang Warung Kelontong dan Yono Ketua DPW APKLI-P DKI Jakarta.
DESAK PEMERINTAH PANGGIL PERUSAHAAN PLASTIK DAN OPERASI PASAR
Kami minta ke pemerintah, karena gejolak lonjatan harga plastik ini kalau di dunia kedokteran masuk rana emergensi, untuk segera tangani dengan cepat dan tepat. Ini sudah sangat meresahkan.
Dan hari ini jita tidak bicara transisi energi dan deversifikasi NAFTA, itu masih panjang melainkan segera tangani emergensi krisis plastik.
Oleh karena itu, saya minta pemerintah segera memanggil seluruh perusahaan plastik di republik ini.
Karena menurut BPS RI hari ini (rabu 8/4/2026), Indonesia tercatat Januari 2026 masih impor plastik Rp 14,5 trilyun dan Februari 2026 Rp 14,76 trilyun. Artinya stok plastik masih ada di sektor hulu. Kenyataan ini juga tidak menutup kemungkinan adanya penimbunan akibat perilaku aji mumpung.
Untuk itu saya minta pemerintah lakukan inspeksi dan investigasi, tindak tegas yang terbukti menimbun atau sengaja menyumbat pasokan plastik. Yang terkahir, saya minta pemerintah bersama perusahaan plastik lakukan operasi pasar. Karena tidak mungkin merubah kultur atau perilaku menggantikan plastik dengan daun pisang atau daun jati dalam waktu sangat mendesak, pungkas Pembantu Rektor Undar Jombang 2010-2012.
DH/Gusdin /red






