detikhukum.id,- LUSAKA, ZAMBIA – World Peace Organization hari ini menyampaikan dukungan penuh atas pembukaan Konferensi Global Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang diselenggarakan oleh UNESCO dan Pemerintah Zambia pada 4–5 Mei 2026 di Lusaka.
Mengusung tema “Shaping a Future at Peace”, konferensi ini mempertemukan pemerintah, insan pers, pegiat teknologi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat demi masa depan bersama.
Dr. Bambang Herry Purnomo, S.H., M.H., Presiden World Peace Organization, menyatakan:
“Di era kecerdasan buatan dan arus informasi yang sangat cepat, jurnalisme tetap menjadi kompas kemanusiaan. Tanggal 4 Mei adalah momentum bagi kita semua untuk memperbarui komitmen terhadap integritas informasi. Pers yang bebas dan bertanggung jawab merupakan mitra perdamaian yang membantu masyarakat mengambil keputusan secara bijak bersama-sama.”
Presiden Bambang Herry Purnomo lebih lanjut menegaskan:
“Peace is Action berarti kita memilih kolaborasi, bukan perpecahan. Kebenaran yang disampaikan dengan tanggung jawab dan keberanian adalah jalan pendek menuju damai. Ketika pemerintah, media, dan warga bekerja bergandengan tangan, kepercayaan tumbuh dan perdamaian menjadi berkelanjutan. Peace is a Must.”

Sebagai langkah konkret di tingkat nasional, WPO sebelumnya berkolaborasi dengan Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 2–3 Mei 2026 di Muncar Visarua, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas jurnalis, literasi digital, dan solidaritas antar insan media, selaras dengan semangat konferensi di Lusaka.
WPO menggarisbawahi tiga prioritas bersama pada konferensi Lusaka 2026:
- Keselamatan melalui Kemitraan: Keselamatan jurnalis adalah tanggung jawab bersama. WPO mendorong dialog dan penyusunan protokol praktis agar jurnalis dapat bekerja dengan rasa aman dan bermartabat.
- Keberlanjutan melalui Inovasi: Dalam menghadapi tantangan disinformasi berbasis AI, WPO mendukung kolaborasi media dan teknologi untuk memperkuat cek fakta dan kepercayaan publik.
- Solidaritas melalui Investasi: Jurnalisme lokal yang kuat melayani kepentingan publik. WPO mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung media yang berpihak pada kepentingan publik sebagai investasi bagi kohesi sosial.
Pada 4 Mei, WPO juga memberikan penghormatan pada Hari Pemadam Kebakaran Internasional. “Pemadam kebakaran dan jurnalis sama-sama mengabdi kepada publik dengan keberanian. Yang satu melindungi nyawa dari api, yang lain melindungi masyarakat dengan fakta terverifikasi. Keduanya penting bagi ketangguhan komunitas,” tambah Presiden Bambang Herry Purnomo.
World Peace Organization tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan UNESCO, pemerintah, dan komunitas media global dalam menumbuhkan ekosistem informasi yang mendukung pemahaman, dialog, dan perdamaian dunia.
Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.
Kepada seluruh jurnalis: WPO berjalan bersama Anda
DH/ Sulaeman /red






