Ikatan Remaja Mushola Al’Barokah Mengadakan Pawai Obor Keliling Kampung Rawa Bebek Penjaringan Jakarta-Utara

detikhukum..id || Allah..Hu..Akbar..Allah..Hu..Akbar.. Wallilah Ilham.. !!!

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha pemuda pemudi dan didukung pengurus Mushola serta pemangku wilayah Rt.04/Rw.010 mengadakan pawai obor keliling Kampung Rawa Bebek Penjaringan Jakarta-Utara

Pawai obor adalah sebuah tradisi yang dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, di mana sekelompok orang berbaris dan berjalan bersama sambil membawa obor api menyala. Tradisi ini melambangkan cahaya sebagai simbol pengetahuan dan petunjuk dalam kehidupan.

Pemuda Pemudi juga anak anak Warga RW. 010 Penjaringan menyalakan serta membawa obor dalam arak-arakan yang mencerminkan perpaduan antara nilai budaya dan nasionalisme.

Pawai obor biasa dilakukan 1 Muharam tapi kali ini kami lakukan saat hari raya idul adha saat semua umat muslim sedunia melaksanakan ibadah haji dan esok harinya melaksanakan sholat idul adha dilanjutkan pemotongan hewan Qurban di seluruh dunia.

History dari perayaan pawai obor kali ini adalah membangkitkan rasa kebersamaan pemuda pemudi Mushola Al’Barokah dari dan kecintaan kepada sejarah perjalanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As ucap Selamat Ketua DKM Mushola Al’Barokah.

Ketua Rt.04 Rw.010 Mursidi yang biasa dipanggil Abang Mithun mengatakan ini adalah bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan, pawai obor menjadi sarana ekspresi budaya dan mempererat hubungan sosial, menanamkan nilai persahabatan.

Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, Selain itu, tradisi ini mengandung nilai moderasi beragama dan harmoni sosial, mencerminkan pentingnya toleransi serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat Ujarnya.

Tradisi Pawai Obor :

Selain menjadi bagian dari ekspresi keagamaan, pawai obor memiliki makna filosofis yaitu sebagai lambang cahaya penerang dalam kegelapan, yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan dalam masyarakat. Selama prosesi berlangsung, peserta sering kali melantunkan sholawat dan nyanyian religius sebagai bentuk syiar Islam serta ungkapan rasa syukur dan kebersamaan.

Penulis : Sulaeman

DH/ Sulaeman /red

Pos terkait