DPC PPP Indramayu Gelar Pelatihan Kader PPP Menuju Kemandirian Ekonomi PAC dan Ranting

detikhukum.id, || Indramayu,-
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten lndramayu menggelar kegiatan Pelatihan Kader PPP Menuju Kemandirian Ekonomi PAC (Pimpinan Anak Cabang) dan Ranting di Kantor DPC PPP Indramayu, Jl Pahlawan No. 33, Kelurahqn Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu
Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para kader Pengurus
Anak Cabang (PAC) PPP se-Kabupaten Indramayu.Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya DPC PPP Indramayu dalam memperkuat kemandirian ekonomi kader hingga ke tingkat kecamatan dan anak
ranting atau Desa.

Ketua DPC PPP Indramayu, Abdullah, didampingi
Bendahara DPC PPP Indramayu Ahmad Soebardjo dan Sekretaris DPC PPP Indramayu Fadili,mengatakan bahwa penguatan ekonomi kader menjadi salah satu prioritas utama kepengurusan DPC PPP Indramayu.

Menurut Abdullah, kondisi ekonomi kader perlu
mendapatkan perhatian serius. la menilai, kader
yang memiliki ketahanan ekonomi akan lebih kuat dalam menjalankan aktivitas politik sekaligus tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Bagi saya, ekonomi itu penting. PAC, ranting,
hingga anak ranting harus memiliki ekonomi yang kuat terlebih dahulu. Berpolitik itu sunnah kifayah, sedangkan menjadi kepala keluarga yang mampu menghidupi dan membahagiakan keluarga adalah fardu ain” ujar Abdullah.

la menjelaskan, sejak dirinya dilantik sebagai Ketua DPC PPP Indramayu, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi finansial sebagian kader yang masih lemah. Karena itu, bersama jajaran pengurus DPC, pihaknya memilih memprioritaskan pemberdayaan ekonomi kader sebagai fondasi untuk memperkuat organisasi.

“Ketika saya dilantik menjadi Ketua DPC, saya
berkumpul dengan para PAC. Saya melihat masih
ada kader yang lemah secara finansial. Kalau kita berpolitik sementara anak dan istri di rumah dalam keadaan kekurangan, saya sebagai ketua merasa tidak adil. Karena itu, fokus saya bersama sekretaris dan bendahara adalah bagaimana membangkitkan ekonomi kader ranting untuk menjalankan kegiatan ekonomi
produktif. Abdullah menyebut, program tersebut
diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi kader terlebih dahulu, ” Jelasnya.

“Sekarang kami mulai memodali setiap ranting
untuk berjualan. Berdasarkan riset dan perhitungan yang kami lakukan, kami berharap usaha tersebut nantinya bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp8 juta per bulan. Sementara untuk PAC ditargetkan sekitar Rp6 juta sampai Rp7 juta per bulan” katanya.

Selain pemberian modal, DPC PPP Indramayu juga menyiapkan pengembangan usaha berbasis klaster. Sejumlah PAC yang telah siap bersama rantingnya akan dikembangkan menjadi klaster usaha dan mendapatkan dukungan kendaraan operasional
berupa mobil pick up serta modal usaha.
Abdullah berharap program tersebut tidak hanya
meningkatkan kesejahteraan kader, tetapi juga
memperkuat solidaritas dan konsolidasi organisasi PPP dari tingkat PAC hingga akar rumput.

“Kalau ekonomi kader kuat, insyaallah mereka juga bisa bersedekah, membahagiakan keluarga, dan menjadikan aktivitas ekonominya sebagai amal ibadah. Dari ekonomi yang kuat, kita berharap lahir kader yang semakin sol n sehat dalam berpolitik” tuturnya.

la menegaskan, pembangunan ekonomi kader
merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan kembali kekuatan PPP dari tingkat paling bawah.

“Harapan saya ke depan, seluruh kader PPP kuat
secara finansial, sehat dalam berpolitik, dan
bersama-sama kita bisa memenangkan 12 kursi
DPRD di Kabupaten Indramayu,” tegas Abdullah.
Menurutnya, penguatan ekonomi di tingkat akar
rumput menjadi langkah awal untuk membangun
PPP yang lebih mandiri dan bermartabat.

“Pesan saya kepada seluruh kader PPP, berpolitik
itu sunnah kifayah, sedangkan menjadi kepala
keluarga yang kuat secara finansial dan mampu
membahagiakan keluarga adalah fardu ain. Itu
pesan pertama saya dalam kepemimpinan di DPC PPP Indramayu dan itulah yang kami prioritaskan”
pungkasnya.

DH/Thoha/red

Pos terkait