detikhukum.id, – || Purwakarta- Class open turnamen catur non master, piala PCAA (Paguyuban Catur Abah Asoy) Cup II sukses digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) bekerjasama dengan Relawan Kang Dedi Mulyadi (RKDM) Gubernur Jawa Barat, disponsori salah satu produk mendapat apresiasi dan dukungan peserta dari dalam dan luar Purwakarta, Sabtu (29/8/2026) di Purnawarman, Purwakarta, Jawa Barat.
Hal tersebut dibenarkan Pelatih atau Grand Master Nasional (GM Nasional) catur asal Purwakarta, Jajang Nurjaman. Pria yang aktif membina dan melatih bibit-bibit muda pecatur di daerah ini mengakui kepada media usai kegiatan, dirinya didaulat sebagai wasit dalam turnamen catur ini. Pihaknya melihat para pecinta catur di Purwakarta sangat haus akan adanya berbagai kegiatan dalam bidang olahraga catur di Purwakarta, misalnya ada turnamen catur Bupati Cup agar Purwakarta lebih istimewa lagi di tempat layak.
Menurut Jajang Nurjaman, yang dalam keseharian sebagai Aparatur Sipil Negara
(ASN) di Setda Purwakarta, menyatakan bahwa para pecinta catur itu perlu dukungan dari berbagai pihak agar lebih cepat berkembang dan maju diera yang serba canggih saat ini, dalam hal ini terutama dukungan nyata dari pemerintah untuk mempasilitasi tempat dengan sarana prasana lainnya, memang dengan sarana seadanya saja sudah sukses, apalagi dengan sarana yang lebih baik.
“Mengingat pentingnya tempat yang layak bagi kami dalam menjalankan kegiatan latihan dan pembinaan keseharian serta event lomba dengan nyaman, yang dapat menggairahkan pecinta catur untuk maju dan lebih istimewa lagi bidang olahraga catur di Purwakarta, kami ingin segera perbaikan tempat lebih layak, tidak seperti yang kita saksikan bersama saat ini, tempat yang dipakai open turnamen tadi sudah sangat rusak,” jelasnya.
Senada dengan Jajang, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) RKDM Kabupaten Purwakarta, Ahmad Solihin, sangat berharap perhatian Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) dan Wakil Bupatinya Abang Ijo Hapidin, untuk mendukung percaturan di Purwakarta lebih maju dengan tempat yang layak. PCAA ini berkontribusi mengharumkan Purwakarta, buktinya juara satu (1) dalam lomba ini Adytia Firmansyah, sebelumnya sudah pernah meraih medali ditingkat Provinsi Jawa Barat, masa ada acara di Purwakarta tidak datang,” ujarnya spontan.
“Kita berupaya seadanya dalam menyelenggarakan class open turnamen catur non master kali ini dengan dana dari ketua RKDM Purwakarta secara pribadi dan dukungan dari sponsor yang disambut tim penyelenggara bersama pihak-pihak lainnya. Namun, antusias para peserta tidak kalah suport, sungguh luar biasa baik dari dalam dan luar Purwakarta, mereka semua semangat mensukseskan acara ini, semoga tahun depan lebih meriah lagi dan seterusnya menjadi agenda rutin yang dinantikan banyak pihak, selain oleh pecinta catur juga oleh warga yang senang adanya turnamen semacam ini,” tuturnya.
Ketua panitia penyelenggara Abah Asoy (Sholehudin) bersyukur dengan suksesnya acara tersebut. “Alhamdulillah, acara ini sukses. Kami apresiasi untuk semua peserta, diantaranya berhasil meraih piala, sertifikat dan uang saku untuk dibawa pulang. Semoga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan percaturan hingga dunia internasional yang mampu mengharumkan Indonesia kelak. Tidak lupa, terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung class open turnamen catur non master 2026,” kata Abah Asoy.
Salah seorang peserta yang datang dari luar Purwakarta, Bryan Sabastian Manurung, Siswa SMK Texar Karawang, yang berhasil meraih juara 2 mengakui acara ini bagus dan menjadi penyemangat generasi muda.

Namun pihaknya menilai, tempat class open turnamen catur non master ini terlalu sempit dan tidak bagus juga. “Semoga kedepan pencaturan di Purwakarta dan Karawang lebih diperhatikan, cuma bagaimana ceritanya supaya pemerintahl melihat, agar pemerintah itu lebih ikut kontribusinya, itu ya pemerintah harus bantu, pemerintah tolong ada agar lebih maju, demikian harapan saya sebagai junior,” ucap Bryan.
Diketahui, Pecatur asal Kabupaten Karawang Bryan Sebastian Manurung ini juga peraih medali emas di nomor pertandingan Catur Standar Katagori Junior Putra, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 di Sukabumi.
Samsuri (55) salah seorang pengamat di Purwakarta berpendapat, harapan pecinta catur di Purwakarta agar ajang Bupati Cup diselenggarakan di tempat yang layak mencerminkan kerinduan terhadap fasilitas olahraga intelektual yang representatif dan apresiasi yang lebih tinggi.
Menurutnya, pecinta catur itu menyoroti pentingnya wadah kompetisi catur yang tidak sekadar formalitas, melainkan mampu mengangkat citra Purwakarta sebagai kota yang “Istimewa” melalui penyediaan sarana pertandingan yang nyaman, profesional, dan membanggakan bagi para atlet daerah.
“Tempat pertandingan yang layak sangat krusial diantaranya guna meningkatkan fokus atlet karena catur membutuhkan konsentrasi tinggi. Ruangan yang tenang, ber-AC dan memiliki pencahayaan baik, ini sangat memengaruhi performa berpikir pemain,” ujarnya.
Beberapa Hal Perlu Perhatian Bersama
Standar Kompetisi Profesional: Ruang yang representatif memungkinkan penerapan regulasi catur modern secara maksimal, seperti pengaturan jarak antar-meja dan fasilitas jam catur digital yang ideal.
Daya Tarik Wisata & Prestise Daerah: Mengadakan turnamen di tempat yang megah atau ikonik di Purwakarta dapat lebih menarik minat pecatur luar daerah sekaligus mempromosikan pariwisata lokal.
Dampak Positif jika Bupati Cup Catur Terealisasi dengan Baik:

Lahirnya Bibit Unggul: Pembinaan sejak usia dini (tingkat pelajar SD hingga SMA) akan berjalan optimal jika didukung turnamen rutin yang dikelola secara serius. Peningkatan Mental Bertanding: Bermain di lingkungan profesional melatih mental para atlet junior agar siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Dengan menggerakkan pecinta catur untuk semangat mengasah kemampuan, bukti nyata mendukung para pecatur lebih berkembang ketingkat selanjutnya baik tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional guna mengharumkan nama Purwakarta semakin istimewa di masa depan.
Pengembangan Bakat dan Prestasi
Wadah Atlet: Menjadi tempat bagi pecatur lokal Purwakarta untuk mengasah kemampuan. Melahirkan Master: Mencari bibit-bibit unggul yang bisa membawa nama Purwakarta ke tingkat nasional atau internasional.
Penguatan Slogan “Purwakarta Istimewa”: Sektor olahraga, khususnya catur yang mengandalkan strategi dan kecerdasan, dapat menjadi salah satu pilar pembentukan karakter masyarakat Purwakarta yang unggul.
Dikatakannya, Pemerintahen Purwakarta sebenarnya memiliki sejarah dalam mendukung catur, salah satunya lewat Kejuaraan Catur Pelajar Piala Bupati yang sempat dihelat guna menjaring bakat-bakat non-master di wilayah Purwakarta.
Pengamat ini sependapat, jika dorongan dari komunitas pecinta catur diharapkan dapat memicu Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk segera menyediakan ruang khusus atau gedung serbaguna yang layak bagi kemajuan olahraga catur.
Pihaknya menambahkan, sebagaimana diketahui bersama, yang diharapkan pecinta catur tadi, kedepan adanya sebuah acara Bupati Cup atau kompetisi olahraga catur tingkat kabupaten yang diselenggarakan atau memperebutkan piala dari Bupati (kepala daerah).
Tujuan dan Karakteristik:
Ajang Pembinaan: Menjadi wadah pencarian bakat dan pembinaan atlet muda daerah seperti tingkat usia dini dan remaja (junior) serta dewasa (senior) atau antar-kecamatan.
Diakui Lembaga Resmi: Catur diakui secara resmi oleh Komite Olimpiade Internasional/ International Olympic Committee (IOC) dan memiliki badan pengatur global yakni Fédération Internationale des Échecs (FIDE) yang dikenal di Indonesia sebagai Federasi Catur Internasional atau Federasi Catur Dunia.
Kompetisi Terstruktur: Catur memiliki sistem pertandingan, kejuaraan berjenjang (dari lokal hingga internasional), serta sistem peringkat atau rating Elo (metode statistik untuk mengukur tingkat keterampilan relatif pemain dalam permainan kompetitif) yang jelas termasuk dalam catur dan cabang olahraga lainnya.
Membutuhkan Stamina dan Ketahanan Fisik: Meskipun hanya duduk di atas papan, pertandingan tingkat tinggi bisa berlangsung selama berjam-jam. Hal ini menuntut konsentrasi tinggi, ketahanan mental, serta kebugaran fisik yang prima.
Latihan Intensif: Atlet catur profesional menjalani latihan rutin yang ketat untuk mempelajari pola, strategi, dan teknik permainan, sama seperti atlet cabang olahraga fisik.
Mempererat Silaturahmi:
Menjadi sarana kebersamaan, hiburan, pertandingan catur bagi masyarakat di wilayah kabupaten Purwakarta, sekaligus dapat meningkatkan peluang bagi para warga sekitar yang bergerak dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya guna meningkatkan perekonomian.
Aspirasi, gagasan atau usulan untuk mengadakan turnamen catur bertajuk “Bupati Cup” ini sebagai sarana untuk mempromosikan dan meningkatkan citra Kabupaten Purwakarta agar semakin dikenal, berprestasi dan memiliki daya tarik khusus (istimewa).
Kata “Purwakarta Istimewa” sendiri merupakan slogan resmi atau branding daerah Kabupaten Purwakarta yang menekankan pada keluhuran budaya, kemajuan daerah, dan karakter khas masyarakatnya.
Poin-poin maksud dan dampak dari usulan turnamen tersebut:
Branding dan Promosi Daerah
Magnet Wisata: Mendatangkan peserta, official, dan penonton dari luar daerah ke Purwakarta.
Mengenalkan Slogan: Menegaskan kembali identitas “Purwakarta Istimewa” melalui acara berskala besar.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Ekonomi Lokal: Meningkatkan okupansi hotel, kuliner dan penjualan UMKM selama turnamen. Hiburan Positif: Menyediakan tontonan dan kegiatan edukatif bagi masyarakat setempat. “Jadi aspirasi yang disampaikan oleh pelatih catur asal Purwakarta ini sangat layak didukung guna pembangunan Purwakarta yang lebih maju,” pungkas pengamat tersebut.
DH/Laela/red






