Sambut Hari Sumpah Pemuda, FPK dan FKUB Purwakarta Gelar Ngosrek Bersama Lintas Sektoral

detikhukum.id – Purwakarta || Menyambut Hari Sumpah Pemuda, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di kawasan Situ Buleud, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, suku, dan agama. Aksi gotong royong ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, perangkat daerah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta, Polres Purwakarta, Kodim 0619 Purwakarta, serta sejumlah pihak lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Yudhi Kurniawan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi inisiatif FPK dan FKUB dalam menyelenggarakan aksi gotong royong lintas sektoral. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pelibatan jajaran Kejari Purwakarta dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kita melaksanakan ngosrek bersama lintas sektoral yang diinisiasi oleh FPK dan FKUB Kabupaten Purwakarta,” kata Yudhi, Selasa (27/10/2026).

Menurut Yudhi, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kerukunan antarelemen masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut turut mendukung upaya mewujudkan Purwakarta yang lebih baik melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Agenda ngosrek ini juga bertujuan untuk membuat wilayah Kabupaten Purwakarta makin istimewa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris FPK Purwakarta, Rudi Supriadi, mengatakan kegiatan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral tersebut merupakan agenda perdana yang diselenggarakan pihaknya.

“Selain untuk menyatukan antaretnis, Ngosrek Bersama ini juga untuk mendukung salah satu program Bupati Purwakarta, yakni menjaga kebersihan lingkungan,” kata Rudi saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut FPK ingin memperkuat kembali budaya gotong royong sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Rudi, persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki latar belakang atau pandangan yang sama. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis.

“Kita di sini ingin harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak memandang suku, agama, dan tentunya untuk Purwakarta istimewa,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, FPK dan FKUB Purwakarta berharap semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan lintas sektoral dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.***

DH/raffa christ manalu/red

Pos terkait