detikhukum.id – Jakarta || Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Aksi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari evaluasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana, hingga kebijakan ekonomi nasional.
Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2026, Lionel Sihaloho, mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi sejumlah persoalan yang dinilai saling berkaitan, terutama menyangkut arah kebijakan pemerintah, penanganan bencana, dan stabilitas ekonomi negara.
Sementara itu, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, menjelaskan bahwa Bundaran HI dipilih sebagai lokasi aksi untuk menguji respons pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil.
Menurut Hafidz, Bundaran HI merupakan salah satu pusat aktivitas di Jakarta yang dinilai strategis untuk menyampaikan kritik dan tuntutan kepada pemerintah.
Ia menambahkan, aksi tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyuarakan keresahan terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah memasuki tahun kedua.
Hafidz menilai sejumlah kritik dan tuntutan yang sebelumnya disampaikan belum memperoleh tanggapan yang memadai dari pemerintah.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi kebijakan ekonomi, penolakan terhadap pemangkasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), serta desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan.
Melalui aksi ini, mahasiswa dan masyarakat sipil berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang disuarakan serta merespons tuntutan publik secara serius.***
DH/raffa christ manalu/red






