detikhukum.id, || Jakarta Tidak terasa Organisasi ekternal kemahasiswaan genap berusia ke 79 , Usia yang cukup tua kalau di samakan dengan umur manusia.
Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) saat ini dijabat oleh Susana Florika Marianti Kandaimu. Ia memimpin kepengurusan PMKRI tingkat nasional untuk masa bakti periode 2024–2026. Di Kemenpora Senayan Jakarta, Jumat( 29 Mei 2026)
Di usia yang ke 79 tahun ini sebagai kader yang lahir dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), SantonThomas Aquinas
Kepada seluruh pengurus dan kader PMKRI menyiapkan diri menjadi bagian dari bangsa yang kita cintai ini.
Yaitu bangsa Indonesia sebuah bangsa yang besar, berdaulat dan yang memiliki begitu banyak ras suku budaya agama bahkan sumber daya alam yang melimpah.
Susan mengucapkan juga terima kasih banyak kepada seluruh alumni dari sabang sampai merauke, telah mendukung kami pengurus perhimpunan ini dengah berbagai cara dan tindakan masing-masing dari seluruh alumni.
Tidak lupa terimakasih kepada pemerintah sebagai bentuk sinergitas negara dan juga pemuda.
Tentunya PMKRI hadir menjadi warna. Selama 79 tahun sudah banyak melahirkan memberikan gagasan mendukung negara ini.
Saya sebagai kader muda kami masih memerlukan dukungan dari Forkoma, Patria teman-teman OKP Cipayung para ketum dan juga teman-teman seluruh Indonesia.
Bahkan di kepemimpinan Presiden Prabowo PMKRI memiliki kader terbaik yaitu abang Menteri HAM Natalius Pigai, lalu turun ke daerah ada Gubernur NTT Bupati Sikka, Bupati Manggarai Barat, dan juga di beberapa wilayah Indonesia ada juga kader PMKRI yang hari ini menjadi bagian dari pada penentu kebijakan negara. ujarnya
” Dan pada di usia ke 79 tahun PMKRI terus mengakar dan memberikan masukan. Dan perlu di garis bawahi bahwa PMKRI adalah organ eksternal kampus dan juga menjadi fungsi kontrol Pemerintah.
Besar harapan ketika organisasi eksternal ini memberikan masukan kepada Pemerintah dan besar harapan Presiden bersama wakilnya bisa menerima karena kami adalah bagian dari pada Indonesia emas. (2045)
Dan sampai hari ini kami OKP Cipayung belum pernah bertemu bapak Presiden. Kami ini perlu, negarawan bertemu dengan pemuda membicarakan arah gerak pembangunan Indonesia emas seperti apa. ” tambahnya
Saya dan teman-teman hari ini adalah pemimpin masa depan bangsa ini.
Kebijakan yang di keluarkan pemerintah harus benar-benar pro rakyat. Ditanah Papua hari ini ada kondisi yang perlu kita sadari bersama bahwa ada 4 daerah otonomi baru.
Tidak menolak pembangunan tetapi harus berbasis kemasyarakatan.
Mengenai kerusakan hutan dengan proyek strategis nasional dari sabang sampai merauke rasanya perlu sekali pemerintah segera mengesahkan rancangan undang-undang masyarakat adat. ungkapnya
Ketika ini dilakukan maka bangsa Indonesia akan memiliki hutan untuk anak cucu kita.
Tanah Papua perlu dilindungi manusia Papuanya juga perlu dilindungi. tegasnya
Terakhir meminta Presiden untuk segera menarik pasukan organik dari tanah Papua dan segera melakukan dialog budaya Jakarta Papua. Untuk membicarakan bagaimana Papua hari ini dan Papua masa depan.
PMKRI sebagai organisasi mahasiswa eksternal yang ikut bergabung di Cipayung plus terus bersuara dan eksis hingga saat ini
DH/ Gusdin / Red






