Prosesi Pemandian Adat Cirebon 7 Bulanan Walimatul Hamil Anissa Billah Dan Jeri Diiringi Genjring Dogdog

detikhukum.id, || Cirebon – | Acara tujuh bulanan Walimatul Hamil putri pertama Anissa Billah dan Jeri, buah hati dari pasangan Sanusi Bin Sa’ad dan Nia Kurniasih, berlangsung lancar dan khidmat pada Minggu siang Ba’da Dzuhur hingga selesai, 7 Juni 2026.

Prosesi adat ini digelar di Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Suasana sakral terasa sejak pembacaan sholawat dan doa bersama sebelum masuk ke prosesi inti.

Acara dihadiri keluarga besar dari pihak Sanusi Bin Sa’ad, di antaranya kakak tertua Munadi Kadra, kakak nomor 3 Masiah beserta keluarga, serta dihadiri juga keluarga dari pihak Nia Kurniasih selaku istri Sanusi Bin Sa’ad. Hadir pula Ustad Ali pimpinan Majelis Dzikir dan Ta’lim Baitul Makmur, Ketua Pemuda Desa Tuk Zarif Bin Muri, pemuda-pemudi dan warga sekitar Desa Tuk Karangsuwung.

Acara puncak berupa pemandian bayi di dalam “kurungan” adat yang dihias kain, kembang, uang, serta buah nanas di ujung atas tenda. Bentuk tenda menyerupai bangunan bulat seperti atap masjid. Setelah prosesi pemandian Anissa Billah, suaminya Jeri, dan jabang bayinya selesai, acara dilanjutkan dengan tradisi saweran dan cemang cemong.

Saweran uang dan beras ditaburkan sebagai simbol keberkahan dan rezeki. Dilanjutkan tradisi cemang cemong, di mana arang yang dicampur minyak sayur bekas atau oli dioleskan ke setiap bagian wajah keluarga Sanusi dan istrinya, serta warga yang hadir. Semua prosesi ini diiringi alunan musik khas Genjring Dogdog yang menambah meriah suasana.

“Ini merupakan sejarah turun temurun dari zaman nenek moyang kita, khususnya wilayah Desa Tuk Karangsuwung. Maknanya sebagai simbol keselamatan, keberkahan, dan doa agar anak tumbuh sehat,” ujar tokoh adat setempat.

Nuansa tradisi Cirebonan semakin kental dengan hiburan Genjring Dogdog. Warga juga memeriahkan dengan berbagai perlombaan rakyat seperti pentungan memukul air di dalam plastik, balap karung, dan lomba unik mengambil uang logam dengan gigi. Uang logam tersebut ditancapkan ke buah kelapa yang dihitamkan menggunakan minyak sayur bekas dan arang debu bekas kompor kayu.

Dari tempat berbeda, Hasan Hariri alias Kang Hariri’BM’79, Kaperwilprov http://Bantenmore.com sekaligus adik kandung nomor 5 dari 6 bersaudara dengan Sanusi Bin Sa’ad, menyampaikan ucapan dan doa melalui konfirmasi WhatsApp.

“Saya mengucapkan selamat dan berdoa untuk keponakan Annisa Billah agar jabang bayinya diberikan sehat, normal, dan lancar ketika nanti melahirkan. Semoga menjadi anak yang sholeh dan sholehah,” imbuhnya.

Acara tahlil dan doa bersama ditutup oleh Ustad Ali pimpinan Majelis Dzikir dan Ta’lim Baitul Makmur Desa Tuk Karangsuwung.

Sebagai penutup, kakak tertua Munadi Kadra menyampaikan sambutan mewakili pihak keluarga Sanusi Bin Sa’ad. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, kerabat, dan undangan yang hadir serta mendoakan agar tradisi baik ini terus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Keluarga besar Sanusi-Nia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Doa dan dukungan warga sekitar menjadi penguat silaturahmi adat yang terus dijaga hingga generasi sekarang.

DH/Subhan beno/red

Pos terkait