detikhukum..id, || Tangerang – | Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Musholla Fawazz Baitussalam, Perum Munjul Permai Blok F6 / RW 05, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Sabtu malam , 12 September 2026, Ba”,dan Isya (19.40) hingga selesai (,23.45 WIB)
Ratusan jamaah dari warga RW 05 dan sekitarnya memadati tenda acara. Tema yang diusung panitia “Berilmu Dan Berakhlak Sebagai Bekal Meneladani Rasulullah SAW”.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh warga setempat dan anak-anak TPQ Musholla Fawazz Baitussalam. Suasana haru terjadi saat panitia memberikan santunan kepada anak yatim dan ibu-bapak lansia sebagai wujud kepedulian sosial meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Munjul Wawan beserta perangkatnya, Babinsa Desa Munjul Serka Supri, Ketua RW 05 Bapak Rolasin, Ketua RW 02, Ketua RT Se-RW 05, alim ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua DKM Musholla Fawazz Baitussalam, Panitia PHBI, Iwan HRD PT RGS, Qori Ust Syaiful Azizi dan Ibu Nur Rosita, Group Qasidah Dorotul Hikmah, serta ratusan warga dan pemuda-pemudi.
Tampak hadir sebagai penceramah utama Ustadz Arief (Ki Ondel-Ondel) dari Serang dan penceramah kedua Ustadz Rouf (Ki Pasopati) dari Cikupa.
Kades Munjul Wawan dalam sambutannya mengingatkan pentingnya adab menjawab salam dan memberikan apresiasi kepada panitia.”Seharusnya tidak perlu diperintah, jawab salam itu wajib hukumnya. Panitia PHBI, ketua beserta jajaran saya ucapkan banyak terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Baik tenaga, pikiran, materi, mungkin ini suatu tabungan kita nanti di yaumil akhir,”ujar Kades Wawan.
Dalam tausiyah utamanya, Ustadz Arief menjelaskan secara rinci sejarah kelahiran Baginda Rasulullah SAW ketika ibundanya Sayyidah Aminah melahirkan. Beliau tidak merasakan sakit seperti wanita pada umumnya, ruangan menjadi terang benderang dipenuhi cahaya kenabian.
Rasulullah lahir dalam keadaan bersujud, tangan mengadah ke langit, dan cahaya terang memancar hingga menerangi istana di negeri Syam. Pada malam itu berhala-berhala di sekitar Ka’bah berjatuhan, api sesembahan kaum Majusi yang menyala seribu tahun padam seketika, dan istana Raja Kisra Persia berguncang retak.
Tausiyah kedua oleh Ustadz Rouf mengisahkan detik-detik wafatnya Rasulullah SAW yang didatangi Malaikat Jibril dan Malaikat Izrail, sementara putrinya Sayyidatuna Fatimah belum mengetahui tamu tersebut adalah malaikat maut. Di akhir hayatnya, Rasulullah yang paling dikhawatirkan bukanlah keluarganya, melainkan umatnya.
Ketua RW 05 Perum Munjul Permai Rolasin menyampaikan kepada Bantenmore.com berharap warga semakin takwa dan kegiatan PHBI terus berlanjut.”Harapan kami warga lebih takwa lagi, lebih giat lagi dan terutama anak-anak muda bisa menuntut ilmu agama yang lebih baik. InsyaAllah PHBI kita adakan setiap tahun. Jaga kerukunan, jaga agamis kita kedepannya,”ujarnya.
Di akhir acara saat diwawancarai awak media, Ketua Panitia PHBI Bapak Warjiyo menyampaikan rasa syukurnya.”Alhamdulillahirobbil ‘alamin, atas semangat dari warga kami dan juga dari undangan bahwa acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini berjalan dengan lancar, tidak ada halangan suatu apapun dan alhamdulillah semua mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,”kata Warjiyo.
Ia berharap wilayah RW 05 menjadi umat muslim yang tangguh dan tidak melupakan agama.”Mudah-mudahan wilayah Perum Munjul RW 05 ini menjadi umat muslim yang benar-benar tangguh, tidak akan melupakan agama yang dipegang sekarang hari ini,”tegasnya.
Terkait pendanaan, Warjiyo menjelaskan acara ini murni gotong royong warga.”Dengan biaya yang jelas semua warga RW 05, kita punya RT 4, RT 1, 2 dan 3 dan 4 itu semua mendukung dan juga alhamdulillah donatur-donatur alhamdulillah banyak sekali dan ditambah dari kas. Dan alhamdulillah dana yang kita pakai ini cukup, lebih,”pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama. Panitia Pelaksana adalah Warjiyo (Ketua), Hambali (Sekretaris), Sulaeman (Bendahara).
Red/*






