detikhukum.id, || Indramayu, –
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaina Indonesia menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (Shallahu Alaihi Wassalam) 1448 Hijriah / 2026 Masehi dengan Tema ” Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial ” berjalan dengan Lancar dan penuh khidmat yang diselenggarakan di Masjid Pusaka Baiturrohmah Desa Sindang kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Jumat ( 11/09/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur LPK Kaina Indonesia Teguh Adikoesoemah Putra , Wakil Direktur LPK Kaina Indonesia Nur Kholis, Penceramah Dari Subang KH. Zaenudin Abu Bakar Lc.MA., Forkopimcam, dan Ratussn peserta Calon PMI ( Pekerja Migran Indonesia) yang magang di negara Jepang.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 13.30 wib sampai dengan selesai dan diawali dengan pembacaan tilawatil Qur’an, penyampaian sambutan-sambutan dan melantunkan Sholawatan diiringi dengan musik Hadroh dan pembacaan syiroh kitab al Barzanji, Pembagian dan pemberian Santunan bagi Anak-anak yatim piatu serta para kaum Dhuafa, Dan Dakhiri dengan Tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Zaenudin Abu Bakar Lc.MA., dari Subang.dan dilanjutkan dengan pembacaan Doa.
Dalam sambutannya Direktur LPK Kaina Indonesia Teguh Adikoesoemah Putra menyampaikan bahwa ,” Alhamdulillah..LPK Kaina Indonesia telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW..semoga kita semua kita semua bisa Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial kepada orang lain dan semoga anak-anak didik LPK Kaina berjalan lancar dalam test nya dan bisa cepat terbang ke jepangnya.” Ujarnya.
Juga dalam penyampaian Tausiyahnya oleh KH. Zaenudin Abu Bakar Lc.MA., mengatakan bahwa ,” Kanjeng Nabi Muhammad SAW Sejak Lahir dan
tumbuh menjadi dewasa adalah kasih sayang bagi seluruh makhluk dan kelembutannya yang justru pada akhirnya menjadi rahmat bagi alam semesta bagi kita semua.Barangkali ini Buat teman-teman calon LPK dan kami doakan semoga mendapatkan perlindungan dari Allah SWT calon pekerja yang akan pergi ke Jepang.
Barangkali itulah pelajaran yang paling berharga.
Pelajaran pertama yang jarang disampaikan,
bahwa luka yang paling awal yang terjadi pada manusia, adalah Luka yang Tidak selalu mengeraskan hati seseorang, Lihatlah Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Justru dengan kondisi itu, Kanjeng Nabi Muhammad SAW bisa meluluhkan hati para musuh-musuhnya yang selalu membenci,menghina bahkan mau membunuhnya.” Pungkasnya.
DH/Thoha/red






