detikhukum.id, || Bandung – Realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp91 triliun pada Triwulan III 2026. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa besarnya investasi harus diikuti dengan perluasan kesempatan kerja agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga lokal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong agar pertumbuhan investasi berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan aplikasi Nyari Gawe sebagai sarana informasi dan layanan pencarian kerja.
Menurut KDM, platform tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses informasi lowongan kerja, meningkatkan transparansi rekrutmen, sekaligus menekan praktik percaloan tenaga kerja yang selama ini dikeluhkan pencari kerja.
“Investasi di Jawa Barat terus melonjak. Sistem layanan Nyari Gawe ini adalah salah satu jalan untuk membuka lapangan kerja agar lebih transparan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata KDM di Bandung, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang disampaikan dalam keterangan tersebut, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Barat pada Triwulan III 2026 mencapai Rp91 triliun. Angka itu setara dengan 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.
Besarnya investasi turut tercermin dari tingginya aktivitas pencarian kerja melalui aplikasi Nyari Gawe yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat.
Hingga 21 Oktober 2026, tercatat sebanyak 728.085 pencari kerja menggunakan platform tersebut dengan total 2,4 juta lamaran yang diajukan.
Kabupaten Subang menjadi wilayah dengan jumlah pencari kerja terbanyak, yakni 92.172 orang.
Berikutnya, Kabupaten Karawang sebanyak 79.110 orang, Kabupaten Bekasi 52.852 orang, Kabupaten Purwakarta 43.380 orang, dan Kabupaten Bandung 42.159 orang.
Selain warga Jawa Barat, aplikasi tersebut juga diakses oleh 41.036 pencari kerja dari luar provinsi.
Meski jumlah pengguna terus bertambah, ketersediaan lowongan kerja masih menjadi tantangan.
Dari 803 perusahaan yang terdaftar di Nyari Gawe, baru 230 perusahaan yang tercatat aktif membuka lowongan dengan total 32.125 posisi yang ditawarkan.
Dari proses rekrutmen melalui platform tersebut, sebanyak 1.282 pelamar dilaporkan telah diterima bekerja.
KDM mengakui, jumlah angkatan kerja masih lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Karena itu, menurutnya, upaya memperluas kesempatan kerja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi, tetapi juga membutuhkan peran pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintahan desa dalam mendorong masuknya investasi.
“Jumlah angkatan kerja memang masih lebih besar dibanding ketersediaan lapangan kerja. Itu tugas kami di Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, hingga desa untuk terus memacu investasi masuk ke Jabar,” ujarnya.
KDM Tanggapi Dinamika PHK
Terkait dinamika pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sektor industri, KDM meminta masyarakat melihat kondisi ketenagakerjaan secara menyeluruh, termasuk peluang bagi pekerja untuk kembali mendapatkan pekerjaan.
“Ada yang berhenti, ada yang masuk. Ingat, setelah berhenti, banyak dari mereka yang masuk kerja lagi. Bedanya, saat berhenti mereka sering bercerita (viral), tapi waktu diterima kerja lagi mereka diam-diam saja,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyampaikan bahwa aktivitas investasi turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Menurut data yang dipaparkannya, sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi di Jawa Barat telah menyerap sebanyak 399.003 tenaga kerja.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kontribusi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja. Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memastikan kesempatan kerja dapat menjangkau lebih banyak pencari kerja.
Optimalisasi aplikasi Nyari Gawe diharapkan dapat mempertemukan perusahaan dengan calon tenaga kerja secara lebih terbuka dan efisien. Di sisi lain, peningkatan jumlah lowongan aktif serta keterlibatan lebih banyak perusahaan menjadi faktor penting agar besarnya realisasi investasi di Jawa Barat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
DH/Raffa Christ Manalu/red






