detikhukum.id, || Purwakarta – Melon varietas Nauren dan Merlin menjadi salah satu produk pertanian unggulan hasil praktik pembelajaran siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMKN Maung Purwakarta, Jawa Barat. Setelah melalui masa tanam selama kurang lebih tiga bulan sejak Agustus 2026, kedua varietas melon tersebut kini siap dipanen.
Keberhasilan budidaya ini menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik yang melibatkan guru dan siswa, mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga tanaman memasuki masa panen.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, DR. Purwanto, turut meninjau langsung kegiatan panen berbagai produk pertanian unggulan di lahan praktik jurusan ATPH SMKN Maung Purwakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah komoditas pertanian menjadi perhatian, mulai dari melon, semangka, cabai, mentimun, hingga berbagai tanaman hortikultura lainnya yang dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah kejuruan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengelola budidaya pertanian secara langsung.
Menariknya, hasil pertanian yang dikembangkan para siswa tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana praktik pembelajaran.
Produk-produk unggulan itu juga direncanakan untuk dipasarkan kepada masyarakat melalui program wisata petik melon dan semangka.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman memetik buah secara langsung, sekaligus memperkenalkan hasil budidaya siswa kepada konsumen yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, siswa jurusan ATPH SMKN Maung Purwakarta berkesempatan mempelajari seluruh tahapan usaha pertanian, mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan di bidang agribisnis dan hortikultura.
Dengan demikian, pengembangan produk pertanian unggulan di lingkungan sekolah diharapkan mampu memperkuat pembelajaran vokasi yang produktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.
DH/Raffa Christ Manalu/red






