detikhukum.id, || Indramayu, –
Acara malam Takbiran setiap musholla dan masjid mengadakan karnaval setiap desa,kali ini tokoh pemuda didesa Taman Sari membuat Replika masjid Jamie Al ikhlas tapi yang bikin masyarakat bertanya-tanya diReplika masjid tersebut bertuliskan ” Masjid 2 M 1/2 Jadi Korban Pemborong ” karnaval tersebut di adakan di Desa Tamansari Blok Lengo RT 11/03
Gang Taman Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, Minggu (29/03/2026).

Berawal dari tulisan yang tersebar di medsos,sampai-sampai Akun Lawyer Toni RM menanyakan hal tersebut, Dengan Rasa penasaran tokoh pemuda desa Tamansari menanyakan hal tersebut ke salah satu panitia pembangunan masjid akhirnya terkuak bahwa total dana yang masuk sampai hari ini Rp 806.891.000,‐, keluar dana ke kontraktor atau pemborong sebesar Rp 752.000.000,-, Hutang ke Matrial Buyung Rp 118.000.000,- baru dibayar Rp 50.000.000,- masih min Rp 68.000.000,- ,Hutang ke Matrial Alam Rp 58.782.000,- dan sisa saldo sampai hari ini Rp 4.581.000.-
Dari Berita desas desus dimedsos akhirnya pihak panitia pembangunan masjid jamie Al Ikhlas memberikan jadwal Rapat bersama yang diselenggarakan hari minggu malam senin ,29 maret 2026, yang diundang diantaranya kuwu dan para pamongnya,Ketua DKM Masjid jamie Al Ikhlas,Tokoh Masyarakat, Alim Ulama dan para asatidz dan ketua RT/RW.
Siang pun berganti malam, dimana jam menunjukkan pukul 20.00 wib dan waktunya Rapat dimulai para masyarakat pun berkumpul di halaman masjid,ketika masyarakat mau pada hadir Rapat,secara tiba-tiba ada info yang mengagetkan dan seakan-akan tidak percaya bahwa ketua panitia pembangunan masjid jamie al ikhlas Karyadi bin kamsari salib meninggal dunia, dengan adanya info ketua pembangunan masjid jamie Al Ikhlas meninggal dunia akhirnya Rapat pun ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.
Salah satu Tokoh pemuda desa Tamansari Toip memberikan penjelasan kepada awak media bahwa ,” Berawal dari kritik sindiran berupa narasi “Masjid 2 M 1/2 jadi Korban Pemborong”
Para Pemuda Desa Tamansari Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu menanyakan pembangunan masjid Jami Al-Ikhlas sampai saat ini, Dengan ketidakpuasan para pemuda terhadap kondisi real progres bangunan yang masih jauh dari harapan.Para pemuda didukung ketua DKM Bapak H. Saroni berencana menanyakan dan mengaudit pembangunan masjid tersebut.” Ujar nya.
DH/THOHA/red






