detikhukum.id,- GAMBIR — Mulai diberlakukan secara resmi setelah melalui masa uji coba, layanan penjemputan taksi baik konvensional maupun daring di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, kini dipusatkan pada satu titik utama yang berada di sisi utara kawasan stasiun. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pembenahan tata ruang dan optimalisasi pelayanan yang dilakukan pengelola untuk menjawab tantangan kepadatan lalu lintas dan kebingungan penumpang yang sering terjadi sebelumnya. 20 April 2026
Widhitomo, Manajer Parkir PT Reska Multi Usaha, menjelaskan bahwa penataan ini adalah hasil dari peninjauan mendalam terhadap alur mobilitas di sekitar stasiun. “Selama ini titik penjemputan tersebar di berbagai lokasi, sehingga sering terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang kesulitan menemukan tempat yang tepat untuk menunggu. Melalui perubahan ini, semua penumpang yang ingin menggunakan kendaraan komersial akan diarahkan ke satu lokasi terpadu di sisi utara,” ujarnya pada Senin, 20 April 2026.
Lokasi baru ini dipilih karena memiliki akses yang mudah dan strategis, tepat berada di dekat area masjid. Pengelola telah menyiapkan fasilitas yang memadai, di antaranya sekitar 60 slot parkir khusus yang diperuntukkan bagi kendaraan penumpang komersial. Selain itu, jalur keluar kendaraan juga dipisahkan antara kendaraan komersial dan kendaraan pribadi untuk meminimalkan pertemuan arus lalu lintas yang bisa menimbulkan kemacetan.

Demi menjaga ketertiban, pihak pengelola juga telah memasang stiker identitas khusus pada armada taksi daring yang berhak beroperasi dan menjemput penumpang di area tersebut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penumpang mengenali kendaraan resmi serta mencegah adanya kendaraan tidak terdaftar yang masuk ke zona layanan.
“Kami juga memastikan area tunggu ini memberikan perlindungan dari cuaca, sehingga penumpang tidak perlu lagi khawatir kepanasan atau kehujanan saat menunggu kendaraan datang. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa,” tambah Widhitomo.

Sementara itu, pihak Gojek juga menyambut baik kolaborasi ini melalui layanan GoCar Instant. Henky Prihatna, selaku Head of Partnership Grup GoTo yang mewakili Gojek, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dalam mewujudkan transportasi publik yang terintegrasi.
“Kami melihat bahwa kebutuhan akan kemudahan akses dari dan menuju stasiun menjadi semakin penting. Oleh karena itu, kehadiran GoCar Instant ini ditujukan untuk mendukung alur penjemputan yang lebih tertib dan terorganisir melalui titik yang terpusat,” ujarnya.
Melalui pilihan GoCar Instant Reguler dan Luxe, penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat, aman, dan nyaman, didukung proses pemesanan yang praktis serta waktu tunggu yang lebih singkat.
“Kami berharap, kehadiran GoCar sebagai layanan ride-hailing pertama yang menghadirkan titik penjemputan instan di Stasiun Gambir dapat memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat. #PastiAdaJalan untuk mendukung mobilitas publik yang semakin terintegrasi,” tambahnya.
Pengaturan ini sebenarnya sudah diuji coba sejak tanggal 15 April 2026. Berdasarkan hasil pengamatan selama masa percobaan, sistem baru ini terbukti cukup efektif dalam mengurai titik-titik kemacetan yang sebelumnya kerap terjadi. Diharapkan dengan adanya penataan ulang ini, pelayanan di Stasiun Gambir dapat semakin optimal, alur perjalanan menjadi lebih lancar, dan pengalaman perjalanan penumpang menjadi jauh lebih menyenangkan.
DH/ Erwin Melky /red






