detikhukum.id – Purwakarta || Kasus aksi tidak pantas sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang viral di media sosial terus jadi perhatian publik. Dalam video yang beredar, beberapa siswa secara bersama-sama mengacungkan jari tengah ke arah guru, memicu kecaman luas.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto langsung turun ke sekolah untuk memastikan penanganan berjalan tepat. Turut hadir Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin, Ketua MKKS, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran para pejabat menunjukkan keseriusan pemerintah daerah menangani kasus yang dinilai mencoreng dunia pendidikan.
Purwanto menjelaskan, insiden bermula saat pembelajaran PKN. Siswa mengerjakan tugas kelompok bertema keberagaman budaya. Menjelang presentasi, terjadi perubahan susunan kelompok sehingga beberapa siswa bergabung ke kelompok lain dan tampil terakhir.
“Mereka tetap mengikuti presentasi seperti biasa, bahkan terlihat bersikap normal di hadapan guru,” kata Purwanto, Senin 20 April 2026.
Usai presentasi, para siswa sempat berinteraksi dengan guru dan meminta foto bersama. Namun setelah guru meninggalkan ruangan, barulah aksi tidak terpuji itu dilakukan, direkam, dan tersebar di media sosial.
Purwanto menegaskan tindakan tersebut dilakukan secara sadar, bukan ketidaksengajaan. Karena itu, penanganan difokuskan pada pembinaan karakter.
Langkah lanjutan para siswa akan menjalani program pembinaan selama tiga bulan. Mereka diwajibkan mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab. Proses belajar mengajar tetap berjalan dengan pendampingan guru wali dan psikolog untuk memperbaiki perilaku dan kondisi mental.
“Orang tua juga harus terlibat aktif. Setiap minggu akan dilakukan evaluasi bersama antara sekolah dan keluarga,” jelasnya.
Terkait opsi pembinaan di barak khusus, Purwanto menyebut masih akan dikaji lebih lanjut. Pihaknya juga menelusuri latar belakang siswa, termasuk riwayat perilaku di sekolah.
Kunjungan berbagai pihak ini diharapkan jadi langkah awal memperkuat pendidikan karakter sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
DH/Raffa Christ Manalu/red






