detikhukum.id, || Jakarta Utara, Langkah nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup kembali diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah yang berlangsung di SDN 05 Sungai Bambu, Kelurahan Sungai Bambu, pada hari ini, Selasa (13/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama yang sinergis antara PT Ajinomoto, BSI Kumala, serta Kelompok Penggiat Lingkungan “Mpok Romlah” (Kelompok Olah Pilah Sampah), dengan tujuan utama menanamkan kesadaran dan pengetahuan pengelolaan sampah sejak dini di kalangan pelajar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan dan dukungan penuh terhadap Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, yang secara khusus mengatur dan mewajibkan pelaksanaan pemilahan sampah mulai dari sumber penghasilnya. Kebijakan ini menjadi landasan penting dalam upaya pemerintah daerah mengurangi volume sampah, meningkatkan nilai guna limbah, serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi masyarakat luas.
Acara sosialisasi dan edukasi ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SDN 05 Sungai Bambu, Fatiah Nursyah, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. “Pendidikan lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter siswa, sehingga pemahaman tentang cara mengelola sampah dengan benar harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang dibawa hingga dewasa,” ujarnya.
Berbagai pihak berperan aktif sebagai narasumber dan penggerak utama dalam kegiatan ini. Dari pihak PT Ajinomoto, hadir Mukti selaku perwakilan manajemen perusahaan yang memaparkan komitmen perusahaan dalam mendukung program-program pelestarian lingkungan di lingkungan sekitar tempat usaha. Sementara itu, BSI Kumala diwakili oleh Daffa, yang menyampaikan materi terkait peran serta lembaga dan masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain itu, Kelompok Penggiat Lingkungan “Mpok Romlah” yang dikenal aktif dan berdedikasi tinggi di wilayah Kelurahan Sungai Bambu juga turut hadir dan menjadi pengisi materi utama. Tim ini beranggotakan Suparmi, Endang, dan Sutrisno, yang membagikan pengalaman langsung serta teknik praktis mengenai cara memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi maupun bernilai guna. Kehadiran mereka memberikan wawasan nyata bahwa pengelolaan sampah bukan hanya teori, melainkan tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh setiap orang.
Turut hadir menyaksikan dan mendukung kegiatan ini adalah Ketua RW 08, Didi Sanudi, yang menyampaikan harapannya agar pemahaman yang didapat siswa di sekolah nantinya juga diterapkan dan disebarluaskan ke lingkungan tempat tinggal masing-masing, sehingga budaya memilah sampah dari sumber benar-benar terwujud di setiap rumah warga.
Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa dan siswi SDN 05 Sungai Bambu, yang dengan antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi, tanya jawab, serta praktik langsung pemilahan sampah. Para guru di sekolah tersebut juga berperan sebagai pendamping, memastikan seluruh siswa dapat mengerti dan memahami materi yang disampaikan dengan baik serta membimbing mereka dalam mempraktikkan cara memilah sampah sesuai jenisnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan dunia pendidikan ini menjadi bukti bahwa dengan bekerja sama, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang luas, selaras dengan tujuan Instruksi Gubernur untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang tertib dan berkelanjutan di wilayah daerah.
DH/Yordani Emerald/red






